Showing posts with label URBAN. Show all posts
Showing posts with label URBAN. Show all posts

Fenomena Budaya Urban

Add Comment

Pernahkah anda mendengar kata urban? Atau budaya urban? Sebelum itu tahukah anda apa itu urban? Urban adalah suatu yang bersifat kekotaan yang secara langsung maupun tidak, terkait dengan  perpindahan penduduk dari desa ke kota yang biasa disebut urbanisasi. Fenomena urban terkait erat dengan masalah persoalan antara tradisi dan modernitas. Masyarakat urban ini selalu identik dengan industrialisasi serta konsumsi gaya hidup yang telah menyuburkan keberadaan “anggota masyarakat modern” atau sosialita. Sosialita di sini dalam artian fenomena gemerlap

Dengan fenomena tersebut maka terwujud suatu budaya yang disebut budaya urban. Apa itu budaya urban? Budaya urban merupakan wujud dari cara berpikir, merasa serta bertindak manusia urban di tengah konstelasi kehidupan kota masyarakat modern. Cara berpikir merasa dan bertindak, tersebut menyangkut soal nilai yang dihayati. Nilai-nilai tersebut adalah nilai yang dijunjung dalam kehidupan urban untuk pencarian dan hasrat diri. Nilai tersebut membentuk suatu wujud budaya urban dan menjadi satu dengan penanda-penanda urban antara lain:

  • Lingkungan yang ramai dan padat oleh penduduk, pemukiman, aktivitas sosial ataupun bangunan lainnya. Keramaian dan kepadatan kawasan mempresentasikan citra elitis misalnya arsitektur megah, konsep rumah minimalis, interior mewah dan gedung pencakar langit. Dan di lain sisi budaya urban terdapat pula kawasan kota pinggiran.
  • Soal mobilitas manusia urban ini di ibaratkan sebagai ‘manusia pelari’. Kehidupan urban menyuguhkan begitu banyak aktivitas yang selalu menunggu untuk  dikerjakan
  • Gaya hidup manusia urban memiliki gaya hidup yang terbilang serba gemerlap serta konsumsi gaya hidup yang berlebihan. Dalam gaya hidup di budaya urban memiliki sisi gelap dan menimbulkan penyimpangan orientasi gaya hidup dan kebiasaan seks bebas. Fenomena seperti ini sudah banyak terjadi di setiap sudut-sudut kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bali dan kota besar lainnya.


Budaya urban memiliki dampak globalisasi yang cukup mengerikan. Masyarakat urban di era globalisasi mendorong mobilitas masyarakat yang tinggi sehingga terdampak dalam melahirkan permasalahan perkotaan baru di berbagai aspek kehidupan sosial budaya, ekonomi, lingkungan, kesehatan serta aspek lainnya. Bagi masyarakat pinggiran kota untuk datang ke kota dengan tujuan mengadu nasib memunculkan banyak konsekuensi.
Budaya urban ini memiliki dampak dalam peningkatan jumlah penduduk di waktu-waktu tertentu, sehingga memunculkan kantung-kantung kemiskinan bagi kaum pendatang serta kepadatan jalan akibat banyaknya pengguna kendaraan bermotor.

Jika ditarik kesimpulan ketika budaya urban didominasi oleh pasar maka pada hakikatnya pasar pula yang menjadi penguasa budaya urban, bahkan antara pasar dengan masyarakat urban memilki relasi yang tidak seimbang, jadi budaya urban mencakup berbagai sisi, mulai dari kelas, ekonomi, keberadaan serta gaya hidup. Untuk gaya hidup biasanya selalu berubah setiap saat. Karena gaya hidup di sini bersifat musiman. Demikian pula setiap saat masyarakat juga selalu mengalami revolusi, disebabkan bertambahnya individu setiap kelompok lalu berkembang dan menjadi kelompok baru. Dalam kelompok urban dan budaya urban di Indonesia masih berjalan secara horizontal dan masih dalam batas kewajaran. Begitupun mobilitas masyarakat urban yang tinggi dapat berdampak dan memberi permasalahan perkotaan yang baru di segala aspek kehidupan, maka tentunya perlu suatu perubahan mengenai konsep modern gaya hidup urban, untuk menghindari permasalahan yang ada di bumi.


Demikianlah pengertian budaya urban yang terjadi di sekitar kita, serta dampak yang ditimbulkan dari gaya hidup budaya urban. Semoga artikel ini bermanfaat.

Afandi Tokoh Lukis Impresionis Indonesia Yang Mendunia

Add Comment


Seniman lukis yang bergaya Impresionis asal indonesia sangat banyak dan salah satunya yang mendunia adalah Afandi, Tokoh kelahiran Cirebon Jawabarat, 23 Mei 1907 ini sudah sangat banyak melanglang buana dan bahkan karyanya banyak yang dikoleksi museum ternama dunia dan juga harga karya lukisnya yang sangat mahal.
Dalam Perkembangan seni rupa Indonesia nama Afandi tidak dapat dilupakan, Seorang Afandi memperoleh pendidikan HIS, MULO, dan selanjutnya tamat dari AMS, Sekitar tahun 30-an, Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung, kelompok ini adalah lima pelukis Bandung. Kelima tokoh ini adalah Hendra Gunawan, Barli, Sudarso, dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok, Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Kelompok ini berbeda dengan Persatuan AhliGambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1938, melainkan sebuah kelompok belajar bersama dan kerja sama saling membantu sesama pelukis.

Afandi melakukan pameran tunggal pertamanya di gedung Poetra Djakarta pada tahun 1943, dan Dalam Seksi Kebudayaan Poetera ini Affandi berperan sebagai tenaga pelaksana dan S. Soedjojono sebagai penanggung jawab, yang langsung mengadakan hubungan dengan Bung Karno. Dimana saat itu Pemimpin Seksi Kebudayaan Poetra adalah:Empat Serangkai, yang terdiri dari Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Kyai Haji Mas Mansyur.

Dan Pada masa hidupnya dan tujuannya Afandi banyak menerima penghargaan dan juga Beasiswa untuk pendidikan seni lukis ke Eropa dan India. Dan pada tahun 50-an dia kembali ke tanah air. Beberapa pameran yang telah dibuat Afandi adalah :

1.     Museum of Modern Art (Rio de Janeiro, Brasil, 1966)
2.     East-West Center (Honolulu, 1988)
3.     Festival of Indonesia (AS, 1990-1992)
4.     Gate Foundation (Amsterdam, Belanda, 1993)
5.     Singapore Art Museum (1994)
6.     Centre for Strategic and International Studies (Jakarta, 1996)
7.     Indonesia-Japan Friendship Festival (Morioka, Tokyo, 1997)
8.     ASEAN Masterworks (Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia, 1997-1998)
9.     Pameran keliling di berbagai kota di India.
10.  Pameran di Eropa al: London, Amsterdam, Brussels, Paris, Roma
11.  Pameran di benua Amerika al: Brasilia, Venezia, São Paulo, Amerika Serikat
12.  Pameran di Australia
13.  Affandi Alive di Museum Lippo Plaza Jogja

Nah itulah sekilas tentang Tokoh Lukis Impresionis Indonesia yang ternama atau Maestro Impresionis indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat salam.

POJOK_NYANTAI…Jangan Lupa Ngopi…J

Eman Hakim denga gaya Lukisan Impresionis

Add Comment


Seniman yang satu ini banyak menuangkan idenya kedalam bentuk karya lukis dengan gaya impresionis, dia  adalah EmanHakim Lahir di Al-Minia - Mesir pada tanggal 5 Februari. Dan lulus dari Fakultas Seni Rupa di Mesir. Eman Hakim telah membuat 4 pameran tunggal pada tahun 2006, 2007, 2008 & 2009. Juga telah  berpartisipasi dalam puluhan pameran Grup selama 5 tahun terakhir.



Dia percaya bahwa yang penting dalam berkarya adalah mencoba untuk memberikan pemahaman seni yang lebih baik terhadap publik tentang pengembangan selera artistik, esetika, dan berdampak positif terhadap khalayak umum atau publik. Beberapa galeri besar didunia banyak mengoleksi karya Eman Hakim.
Eman Hakim juga orang yang aktif dalam organisasi Seni dan budaya di mesir 
 
- Member of syndicate of Plastic Artists
- Member of National Society of Fine Arts (Ahlia) 
- Member of Sohbet Fann Group of Plastic Artists 
- Member of Association for preservation of Egyptian
Heritage Society
- Member of Cairo Atelier
- Member of Cairo Art Guild
 
Pameran Solo:
 
Varietas di Pusat Kreativitas Museum Ahmed Shawky Giza Fine Art Sector Maret 2006
Ahl El-Nil atau Orang Nil di Roda Budaya Elsawy Zamalek Januari 2007
Harmony & Shadows - Galeri seni musik Opera April 2008
Moments Berwarna - Cairo Atelier April 2009
Song of Life - Galeri Shadicor Heliopolis April 2010

Ed Sheeran Konser Di Jakarta Pada bulan November 2017

Add Comment
Artis kelahiran Halifax, West Yorkshire , Inggris. Ed Sheeran yang sukses membawa Lagu dengan Judul “PHOTOGRAPH” kemudian pada Januari  tahun 2017 berhasil menduduki Posisi pertama ditangga lagu Billboard Hot 100 dengan single Shape of You.

Ed Sheeran dijadwalkan akan mengadakan konser dijakarta pada Bulan November 2017 dan akan digelar di INDONESIAN CONVENTION EXHIBITION (ICE) BSD CITY. Dengan Harga tiket dimulai dari Rp.850rb, dan buat para penggemar yang menginginkan tiketnya silahkan lihat informasi dibrosur ini.


Jakarta Biennale 2017 hadirkan Karya 50 seniman

Add Comment

Acara seni rupa sekali dalam kurun waktu dua tahun ini sudah berlangsung sejak tahun 1974 dan tahun ini akan  akan dilaksanakan pada 4 November sampai 11 Desember  2017. Dan akan diselenggarakan dan berpusat  di Gedung Sarinah Ekosistem Pancoran, Jakarta Selatan.
Topik kali ini dalam Jakarta  Biennale 2017 akanmengusung konsep JIWA  pemaknaan dalam jiwa tersbut  adalah  sebagai daya hidup, energi, semangat,  yang merupakan dorongan hakiki pada individu, kolektivitas, masyarakat, benda-benda dan alam.
Dari awal tahun 2017, tim artistik JIWA atau Jakarta Biennale 2017 melakukan penelitian terhadap daerahah bahkan Negara-negara dan juga mengukaratori karya-karya seniman local maupun seniman luarnegeri, dan Tim Binnale 2017 juga mengundang beberapa dari mereka untuk persiapan JIWA: Jakarta Binanale 2017.
Diperkirakan kurang lebih sekitar 50 seniman akan berpartisipasi  dalam JIWA: Jakarta Biennale 2017. Dan team curator adalah   Melati Suryodarmo (Direktur Artistik), Hendro Wiyanto,  Annissa Gultom, Philippe Pirotte dan Vít Havránek dan final keputusan  akhirnya memilih 50-an seniman, di antaranya:
Abdi Karya (Indonesia)
Afrizal Malna (Indonesia)
Alastair McLennan (Northern Ireland)
Aliansyah Caniago (Indonesia)
Ali Al-Fatlawi & Wathiq Al-Ameri (Switzerland) 
Arin Rungjang (Thailand)
Chiharu Shiota (Japan/Germany)
Choy Ka Fai (Singapore)
Darlane Litaay (Indonesia)
Dineo Seshee Bopape (South Africa)
Dolorosa Sinaga (Indonesia)
Eva Kotátková (Czech Republic)
Gabriela Golder (Argentina)
Hanafi (Indonesia)
I Made Djirna (Indonesia)
Imhathai Suwatthanasilp (Thailand)
Jason Lim (Singapore)
Karrabing Film Collective (Australia)
Keisuke Takahashi (Japan)
Kiri Dalena (The Philippines)
Luc Tuymans (Belgium)
Marintan Sirait (Indonesia)
Rama Surya (Indonesia)
Ratu Saraswati (Indonesia)
Robert Zhao (Singapore)
Semsar Siahaan (Indonesia)
Siti Adiyati (Indonesia)
Vasil Artamonov & Alexey Klyuykov (Czech Republic)
Willem de Rooij (The Netherlands)
Wukir Suryadi (Indonesia)
Yola Yulfianti (Indonesia)
Lewat JIWA: Jakarta Biennale 2017, diharapkan dapat berbagai  ragam  hubungan yang menggugah sensibilitas, rasa-merasa, dan mengayakan cakrawala intelektual kita. Dalam konteks seni dan budaya kontemporer di sekitar kita tentu juga tidak akan jauh dari perbincangan tentang  JIWA tentu  memiliki implikasi politik yang nyata.
kajian biennale kali ini diupayakan  dapat menemukan keterhubungannya Perjalanan sejarah Seni Rupa Indonesia dengan masa kini. Untuk menjembatani  karya dengan lapisan masyarakat yang lebih luas, biennale kali ini kerja sama akan dijalin dengan beberapa museum di Jakarta,  seperti Museum Seni Rupa, Museum Sejarah Jakarta,   dan Wayang serta museum Keramik.

Sumber :

Seniman Grafiti Hadirkan Karya Patung Kontemporer di Pameran Urban Art

Add Comment

Seorang seniman graffiti asal Devon  inggris menghadirkan karya patung kontemporer  di ruang pameran, saat Exebition Urban Art, Beejoir dikenal berkarya stensil dan graffiti  namun dengan pengolahan bahan dan konsep surrealist hadir dengan  karya patung kontemporer.

Salah satu fitur recruring yang paling mengejutkan dari exebition ini adalah penyimbolan-penyimbolan yang dihadirkan dalam patung tersebut adalah sangat umum yaitu mengadirkan perangkap tikus dan membuat mata uang kertas dan dibungkus atau di display di dalam kaca. Penerapan ini adalah bagian dari hak istimewa  dan kekayaan ekspresi seniman , dan bila menyimak karya ini gayanya dapat mengingatkan pada Dali dan Ducham.

Mengulas secara singat karya patung kontemporer ini menyinggung tentang pengaruh uang dalam masyarakat  dan budaya urban, Siapa yang tidak kenal uang dan butuh uang?, yang mempengaruhi setiap individu, yang terkadang uang juga menjadi perangkap terhadap masyarakat urban, sebab kebutuhan manusia tiada habisnya dan juga tiada puasnya. Hal ini berlaku untuk individu, birokrasi pemerintah  dan instansi swasta.

Dalam karya Trap Money atau perangkap uang ini Beejoir benar-benar berhasil dalam pengolahan material dan konsep dalam bentuk karya patung, dan Ini menjadi simbol murni, oleh karena itu  meaning menjadi sangat kuat kemudian Subversi yang normal di bawah bobot konteks baru, dengan menentukan determinasi material dan efeknya mampu menyampaikan pesan.



Manusia ditengah konstelasi kehidupan kota Munculkan Budaya Urban

Add Comment

Pernahkah anda mendengar kata urban? Atau budaya urban? Sebelum itu tahukah anda apa itu urban? Urban adalah suatu yang bersifat kekotaan yang secara langsung maupun tidak, terkait dengan  perpindahan penduduk dari desa ke kota yang biasa disebut urbanisasi. Fenomena urban terkait erat dengan masalah persoalan antara tradisi dan modernitas. Masyarakat urban ini selalu identic dengan industrialisasi serta konsumsi gaya hidup yang telah menyuburkan keberadaan “anggota masyarakat modern” atau sosialita. Sosialita di sini dalam artian fenomena interaksi dan aktivitas.

Dengan fenomena tersebut maka terwujud suatu budaya yang disebut budaya urban. Apa itu budaya urban? Budayaurban merupakan wujud dari cara berpikir, merasa serta bertindak sebagai manusia ditengah kota, manusia di tengah konstelasi kehidupan kota masyarakat modern. Cara berpikir merasa dan bertindak, tersebut menyangkut soal nilai yang dihayati. Nilai-nilai tersebut adalah nilai yang dijunjung dalam kehidupan urban untuk pencarian dan hasrat diri. Nilai tersebut membentuk suatu wujud budaya urban dan menjadi satu dengan penanda-penanda urban antara lain:
  • Lingkungan yang ramai dan padat oleh penduduk, pemukiman, aktivitas sosial ataupun bangunan lainnya. Keramaian dan kepadatan kawasan mempresentasikan citra elitis misalnya arsitektur megah, konsep rumah minimalis, interior mewah dan gedung pencakar langit. Dan di lain sisi budaya urban terdapat pula kawasan kota pinggiran.

  • Soal mobilitas manusia urban ini di ibaratkan sebagai ‘manusia pelari’. Kehidupan urban menyuguhkan begitu banyak aktivitas yang selalu menunggu untuk  dikerjakan. 

  • Gaya hidup manusia urban memiliki gaya hidup yang terbilang serba gemerlap serta konsumsi gaya hidup yang berlebihan. Dalam gaya hidup di budaya urban memiliki sisi gelap dan menimbulkan penyimpangan orientasi gaya hidup dan kebiasaan seks bebas. Fenomena seperti ini sudah banyak terjadi di setiap sudut-sudut kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bali dan kota besar lainnya.

Budaya urban memiliki dampak globalisasi yang cukup mengerikan. Masyarakat urban di era globalisasi mendorong mobilitas masyarakat yang tinggi sehingga terdampak dalam melahirkan permasalahan perkotaan baru di berbagai aspek kehidupan sosial budaya, ekonomi, lingkungan, kesehatan serta aspek lainnya. Bagi masyarakat pinggiran kota untuk datang ke kota dengan tujuan mengadu nasib memunculkan banyak konsekuensi.

Budaya urban ini memiliki dampak dalam peningkatan jumlah penduduk di waktu-waktu tertentu, sehingga memunculkan kantung-kantung kemiskinan bagi kaum pendatang serta kepadatan jalan akibat banyaknya pengguna kendaraan bermotor.

Jika ditarik kesimpulan ketika budaya urban didominasi oleh pasar maka pada hakikatnya pasar pula yang menjadi penguasa budaya urban, bahkan antara pasar dengan masyarakat urban memilki relasi yang tidak seimbang, jadi budaya urban mencakup berbagai sisi, mulai dari kelas, ekonomi, keberadaan serta gaya hidup. Untuk gaya hidup biasanya selalu berubah setiap saat. Karena gaya hidup di sini bersifat musiman. Demikian pula setiap saat masyarakat juga selalu mengalami revolusi, disebabkan bertambahnya individu setiap kelompok lalu berkembang dan menjadi kelompok baru. Dalam kelompok urban dan budaya urban di Indonesia masih berjalan secara horizontal dan masih dalam batas kewajaran. Begitupun mobilitas masyarakat urban yang tinggi dapat berdampak dan memberi permasalahan perkotaan yang baru di segala aspek kehidupan, maka tentunya perlu suatu perubahan mengenai konsep modern gaya hidup urban, untuk menghindari permasalahan yang ada di bumi.


Demikianlah pemahaman budaya urban yang terjadi di sekitar kita, serta dampak yang ditimbulkan dari gaya hidup budaya urban. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sikap Komunitas Dalam Masyarakat Urban

Add Comment


Mengamati masyarakat urban tidak terlepas dari sikap atau atitut dalam lingkungan, istilah sikap ini pertama kali diperkenalkan oleh Herbet Specer tahun 1862 dan saat itu diartikan mental seseorang, namun sikap dikaitkan dengan respon atau respek atau tingkah seseorang ketika mendapat stimulus dengan tiba-tiba.

Dalam masyarakat urba sikap atau atitut salah satu hal yang tidak dapat dipungkiri perubahannya dari generasi ke generasi yang disebabkan pengaruh atau stimulus dari teknologi baru dan juga ragamnya etnis yang berbaur dalam masyarakat urban kemudian memiliki tatanan atau ideology yang berbeda atau lebih tepatnya multi kultural, dan sudah menjadi kajian para ilmuan psikologi social dan juga pengamat lingkungan budaya.

Keberagaman etnis yang berbaur dalam masyarakat urban menjadi hal yang sangat serius terkait dengan sikap/atitut. Mengenai sikap sangatlah banyak desfenisi menurut para ahli namun jika berbicara secara global masalah sikap/atitut dalam masyarakat urban dapat disimpulkan bahwa ada yang menerima (favorable) dan ada juga yang menolak (unfavorable).  Mereka akan mendukung jika memang dapat membantu dan memiliki arti kepada mereka dan menolak jika membuat mereka terganggu.

Perkembangan teknologi dianggap salah satu factor yang mempengaruhi tingkah laku atau sikap masyarakat urban, dan sudah menjadi sifat manusia berinteraksi dan bersosial, dengan demikian bahwa individu yang memiliki aktivitas yang sama berkumpul dan akhirnya menjadi sebuah komunitas, komunitas tersebut dapat berdampak positif dan juga negative.

Tetapi yang menjadi persoalan bagaimana sikap mereka diluar komunitas, hal ini membawa perubahan baru dalam masyarakat urban contoh kecil saat berbicara, berprilaku, dan berbuat. Mari kita simak beberapa komunitas yang banyak diterima dalam masyarakat, salah satunya yang memberikan sumbangsi dalam aspek masyarakat contoh: Komunitas Pecinta lingkungan hidup, Penggalangan bantuan, pengembang pendidikan dan banyak lagi. Dan beberpa komunitas yang ditolak dan contra seperti : Komunitas Guy,Lesbi dan lainnya yang tidak disebut satu persatu.


Pada dasarnya komunitas yang dterima dan ditolak adalah bentuk dari sikap dan perbuatan dalam masyarakat urban, biasanya komunitas yang diterima dianggap tidak menjadi ancaman terhadap lingkungan dan membawa perubahan yang positif terhadap lingkungan hidup, penolakan dikarenakan dianggap membawa celah dan terkadang menjadi ancaman kemudian tingkah yang diluar akal sehat.

Hadirnya  teknologi baru dengan ragamnya fitur media sangat cepat mendapatkan informasi kemudian ketika penerima pesan mengartikannya sesuai interprestasinya tanpa adanya landasan teori ilmiah, social budaya dapat mengubah pemaknaan dari informasi tersebut sehingga memunculkan sikap dan tingkah laku yang berdampak negatif, atau salah jalur. Kemudian bila memang penerima pesannya memiliki interprestasi yang disertai dengan ilmiah, logika berpikir, dan juga peduli lingkungan maka arahnya akan berdampak positif.

Persoalan masyarakat urban memang tidak ada habisnya namun untuk membuat komunitas-komunitas yang hadir dalam masyarakat urban dapat berprilaku baik atau menjaga sikap/atitut salah satu upaya kita semua dalam lingkungan kita dan sangat berarti buat generasi baru yang akan melanjutkan perkembangan bangsa kita, dan tidak lepas dari kontrol pemerintah yang harus menjaga keaneka raganam etnis dan upaya untuk menyaring informasi yang dianggap akan berdampak negatif atau ancaman terhadap masyarakat urban. Semoga artikel ini bermanfaat salam PARTOBA

Urban Space Media Streetart Buat Mateo

Add Comment


Stretaart menjadi sorotan yang sangat menarik dibeberapa kota yang sedang berkembang dan maju, hal ini sudah menjadi budaya urban dan salah satu langkah mereka untuk berekspresi dan menyalurkan semua aspirasi para pelaku seni graffiti. Inilah yang dialami seorang tokoh graffiti dengan label MTO asal prancis.

MTO adalah seorang seniman asal Prancis yang pindah ke Berlin dengan nama asli Mateo. Lukisannya, hitam dan putih, mewakili selebriti dari musik dan film. Namun saat ini dia salah satu penggiat Streetart dan membuat mural yang sangat menarik, kemudian dia tidak lari dari konten pertamanya yaitu melukis actor dan aktris.

Awal karir di mural sejak 19 Mei 2008 di Barcelona saat bergabung dengan TWE bersama Arone Pendiri crew yang juga adalah ayah ankat MTO dan semenjak itu dia kecanduan untuk membuat mural dengan label MTO.


Pada awalnya MTO adalah seorang pelukis portrait dan dengan keinginan yang kuat dia diam-diam belajar dari pendiri TWE untuk menggunakan Spray paint atau pilox untuk menggambar . Dengan alasan  mau melihat hasil PORTRAIT yang berukuran besar.

Pada awalnya untuk menciptakan mural selalu terjadi penolakan sebab untuk menuangkan idenya dia harus memiliki ijin dari pemilik gedung, dan MTO merasa hal ini susah dan pada akhirnya layaknya para bomber graffiti dimanapun berada ketika belum punya nama, sangat sulit menemukan space. Inilah yang dialami seorang Mateo dan pada akhirnya dia berkarya dengan lokasi yang tidak bertuan atau terkadang menggambar space dengan melanggar aturan.

Dan pada akhirnya nama MTO dikenal karena karyanya yang mampu membuat daya tarik dan punya kelas tentang Streetart atau seni urban, dan sekarang ini tidak lagi mencari space namun dibayar berkarya untuk space kosong oleh pemilik gedung dan biasanya adalah perusahaan, toko dll.

Seni jalanan tidak akan pernah berhenti dan seni jalanan bagian dari ekspresi kaum urban yang ingin berkreasi dan menyampaikan inspirasinya lewat space kota. Semoga artikel ini bermanfaat terimakasih salam PATOBA

Dalalam Ranga HUT RI ke 72 Lantamal VI Kibarkan Bendera di Dasar Laut

Add Comment

Cukup menarik upacara bendera dalam rangka memperingati dirgahayu HUT  REPUNLIK INDONESIA yang ke 72, Pemuda dengan kelompok Penyelam Lantamal VI makasar ini melakukan acara pengibaran bendera di dasar laut dengan kedalaman 10-15 meter.

Penyelaman dilakukan di Pulau Kodingareng Keke Kota Makasar dan menjelang upacara beberapa hari kemarin sudah membersihkan sekitar pantai dan dasar laut seperti tutur Pelatih Selam Lantamal VI Sherma Casmito. Dan Manager Selam Lantamal VI Kapten Laut (s) Jajawi mengatakan acara ini juga bersama team selam dari Unhas.


Dengan adanya kegiatan ini momentum Hut RI yang ke 72 tentu akan menjadi inspirasi dan mendorong masyarakat di pulau Kodingareng Keke agar menjaga dan melestarikan lingkungan pantai. Nah buat sahabat pembaca Partoba dalam rangka HUT RI yang ke 72 mari kita bangkitkan semangat nasionalisme kita…Merdeka

Tren gaya hidup Budaya Urban Munculkan Komunitas

Add Comment

Perkotaan identik dengan gedung-gedung perkantoran yang tinggi, macet, mall, jam kerja padat, polusi dan bising. Wajar jika beberapa kota besar yang sangat maju memiliki angka depresi dan prustasi  yang sangat tinggi, dikarenakan tekanan pekerjaan, sosial keluarga, dan stress tinggi sehinga psesimis untuk menjalani kehidupan, dan juga sebaliknya bagi orang yang kreatif kehidupan kota menjadi peluang yang besar untuk menjalankan bisnis.

Seperti kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Jogja dan Bandung adalah tren budaya urban perkotaan di Indonesia. Apa pun yang menjadi tren di kota tersebut akan menjadi tren di Indonesia. Masyarakat Indonesia walaupun sejatinya belum sejahtera secara merata, namun mereka bahagia. Terutama di kota-kota besar yang benar-benar berbeda antara penduduk miskin dan kaya terlihat mulai dari tempat tinggal, lifestyle, aktivitas dan juga komunitasnya.

Mereka membuat komunitas-komunitas disertai dengan gerakan yang mengajak masyarakat untuk berkontribusi di kegiatan komunitas mereka. Apa sajakah budaya yang sedang tren di perkotaan?

  1. Bike to Work & Sepeda Fixie
dulu sepeda memang terlihat tidak begitu keren, hingga terkadang beberapa minder untuk membawanya kerja atau pun pergi ke sekolah. Namun dengan berjalannya waktu pandangan mengenai mengendarai sepeda telah berubah menjadi hal yang keren, cinta lingkungan serta sehat. Apalagi sejak muncul tren sepeda fixie yang minimalis sangat cocok sekali untuk anak muda, awalnya tren ini diawali dengan sekelompok sepeda gunung yang bergabung dalam komunitas Jalur Pipa Gas yang memiliki semangat dan gagasan ingin mewujudkan perkotaan yang alami dan bersih. Dan kemudian menggagas kampanye pertama dengan menggunakan sepeda.

  1. Jogging atau Running
Pada tahun 2014 tren ini telah muncul, namun tidak diketahui apa pemicunya sehingga ada tren tersebut. Yang awalnya masyarakat suka menaiki mobil atau motor saat berjalan-jalan tiba-tiba menjadi berubah lebih gemar dengan jalan kaki. Berbagai lomba marathon lari, glow run pada malam hari, color run, dan lain sebagainya muncul di tengah masyarakat kota dan sangat antusias. Banyak beberapa perusahaan yang memanfaatkan momen ini untuk ajang promosi.

  1. Urban Farming
Urban farming juga telah menjadi tren dalam budaya urban. Untuk mengisi lahan kosong yang sempit dengan kesadaran diri dalam memberikan kesegaran pada alam. Urban farming juga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan setelah beraktivitas berat seharian, bahkan kini urban farming tak hanya dijadikan sekadar hobi, namun juga menjadi lading bisnis yang menguntungkan. Teknologi juga telah maju dan muncul berbagai macam teknik berkerbun di lahan yang sempit.

Aktivitas tersebut di atas merupakan tren budaya urban yang sudah banyak diminati banyak orang, bahkan tak jarang kita menemui hal-hal di atas saat ini, apalagi sekarang sudah adanya car free day, atau hari tanpa mobil, untuk mencegah kepadatan lalu lintas dan kenyamanan jalan raya dan para komunitas urban cycle atau komunitas sepeda dapat berkumpul dan saling berdiskusi.


Ketiga aktivitas diatas pada dasarnya sudah banyak ditemukan di beberapa daerah di indonesaia namun belakangan ini banyak komunitas yang muncul dan unik dalam budaya urban salah satunya yang dilakukan komunitas diner ini, sekitar 3200 orang dengan 400 meja makan berkumpul dan menyantap daging dengan resep makanan yang berbeda-beda sesuai data yang didapat dari www.chaffeecountytimes.com “About 3,200 people gathered around 400 tables on East Main Street to share pulled pork and pot-luck fixin’s together.” Dan hal ini menunjukkan bahwa jumlah masyarakat yang banyak juga memiliki selera yang beragam. Dan kemungkinan besar masih banyak komunitas yang tidak terpublish. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam PARTOBA

Gaya Hidup Kaum Urban Yang Semakin Kekinian

Add Comment

Masyarakat Urban sudah pasti tidak akan lepas dari gaya hidupnya yang serba konsumtif dan berubah-ubah. Namun biasanya gaya hidup masyarakat urban semakin hari cenderung semakin mengikuti perkembangan zaman. Apa pun yang nge hit saat itu, maka masyarakat pun akan mengikutinya. Bisa dibilang gaya hidup masyarakat urban semakin kekinian.

Gaya hidup demikian telah melekat pada kaum urban, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Sifat hedonis merupakan salah faktor yang menyebabkan gaya hidup mereka menjadi lebih konsumtif. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, semakin memudahkan kaum urban untuk melampiaskan sifat hedonisme mereka.

Gaya Hidup yang serba kekinian sudah menjadi budaya baru bagi mereka kaum urban. Hal tersebut bisa kita lihat dari gaya hidup mereka mulai dari pendidikan, pekerjaan, komunitas, kesehatan, hingga hobi. Kini gaya hidup kaum urban benar-benar mengalami perubahan, misalkan gadget, dulu gadget ini adalah sesuatu yang happening dalam gaya hidup kaum urban, namun sekarang sudah banyak sekali gadget dengan harga murah, dengan performa yang tak kalah dengan gadget-gadget yang harganya lebih mahal. Sehingga kaum urban yang menengah ke bawah sudah bisa memiliki hal tersebut, bahkan orang desa pun juga bisa memilikinya.

Bahkan dalam perkembangan bisnis pun juga ikut andil dalam gaya hidup masyarakat urban saat ini. Hampir di setiap kota-kota besar, banyak sekali temapat hiburan bagi kaum urban, misalnya pusat perbelanjaan, restoran, café, tempat karaoke dan juga club-club malam yang menyuguhkan kesenangan. Sebab di tempat-tempat tersebut dilengkapi fasilitas yang dapat memuaskan hasrat mereka.

Ada juga kuliner dan traveling yang juga jadi gaya hidup kaum urban saat ini. Bisa kita lihat dari mesia sosial yang dipenuhi dengan berbagai postingan tempat wisata baik itu dari dalam maupun luar negeri. Dan juga memposting tentang kuliner atau makanan yang cantik dan modern, dengan interior mewah dan unik. Ada pula sekarang yaitu coffee shop, yaitu ngopi di tempat yang lumayan wah, bersama teman. Lalu mereka memamerkannya pada banyak orang melalui media sosial.

Memang tidak dapat di pungkiri, bahwa gaya hidup kaum urban sudah banyak berubah dan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Beberapa dari kaum urban juga hanya sekadar ikutan dan sekadar gengsi belaka, terkadang mereka hanya demi gengsi walau uang hanya sedikit mereka nekat datang ke tempat-tempat elit hanya agar bisa memamerkannya di media sosial. Mereka yang gengsi biasanya karena tidak mau dianggap ketinggalan zaman atau malu, ada juga sebagian dari kaum urban yang memang mengikuti perkembangan zaman.


Dari hal tersebut banyak pihak juga yang merasa diuntungkan, misal dari para pengusaha dan pebisnis yang menyediakan fasilitas tersebut bagi kaum urban. Sehingga gaya hidup seperti ini juga bisa mempengaruhi dalam nilai ekonomi di Indonesia. Kini tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Urban Farming, Tren Budaya Urban Yang Telah Banyak Diminati

Add Comment


Kehidupan di perkotaan memang tidak akan jauh-jauh dari yang namanya, kemacetan, polusi udara, sehingga membuat masyarakatnya merasa stress. Dalam keadaan semacam itu, masyarakat pun ingin sekali melakukan kegiatan yang membuat pikiran tenang dan menyenangkan. Kini salah satu solusi dalam menangani hal tersebut adalah dengan melakukan pertanian kota atau biasa disebut urban farming.


Urban farming ini sudah menjadi tren kaum urban sejak tahun 2015. Dan semakin banyak diminati oleh banyak masyarakat urban hingga saat ini, untuk membuat tempat mereka jadi lebih segar, dan juga dapat pula sebagai tambahan penghasilan. Terkadang juga sempat terbesit, bagaimana cara berkebun di perkotaan padat nan sempit seperti ini? Di sini ada beberapa teknik urban farming yang bisa menjadi peluang bisnis pula.

1.       Vertikultur

Vertikultur  merupakan teknik bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertical atau bisa dibilang teknik ini merupakan pemanfaatan ruang ke arah vertical. Jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan biasanya adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dan merupakan tanaman semusim seperti sayuran semacam seledri, selada baby kalian, pack choy serta memiliki sistem perakaran yang tidak begitu luas.

2.       Hydroponic

Hydroponic ini merupakan budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Hydroponic ini bisa juga dikenal sebagai soilless culture. Teknik ii hanya dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi saja. Jika memilih jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk usaha komersial harus diperhatikan. Jenis tanaman yang bernilai ekonomi tinggi dalam teknik hydroponic adalah, paprika, tomat, timun jepang, melon, terong, dan selada.

3.       Farm Pad

Teknik ini merupakan cara menanam baru di lahan sempit, bahkan juga bisa dilakukan di lahan aspal sekalipun yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. Farm Pad ini merupakan perkembangan dari teknik Raised Beds yang memiliki segudang keunggulan dari teknik lain. Farm Pad ini dapat dipindah dan dibongkar pasang dengan mudah layak mainan lego. Farm Pad kini sudah banyak diminati oleh banyak masyarakat urban dalam melakukan perkebunan.

Dengan adanya teknik urban farming di atas, maka masyarakat urban pun juga bisa berkebun sambil berbisnis dengan hasil berkebunnya. Di samping begitu banyaknya persaingan gaya hidup dalam budaya urban. Sehingga urban farming bisa dijadikan jalan pintas untuk sebagai penghasilan tambahan. Jadi tak ada yang mustahil di tengah hiruk pikuknya kota yang ramai, dalam melakukan pertanian.


Dengan banyaknya manfaat dalam melakukan urban farming ini, maka kini banyak sekali peminat dalam melakukannya, bahkan dijadikan peluang usaha. Tren ini bahkan terus berlanjut sehingga kemungkinan akan terus berkembang dari waktu ke waktu.

Kesenian dan Kreativitas Dalam Masyarakat Urban

Add Comment

Masyarakat urban yang cenderung suka hal-hal baru dan kekinian juga memiliki suatu kreativitas yang unik. Misalnya saja seperti urban art. Urban art adalah seni yang mencirikan perkembangan kota. Dimana perkembangan ini akan melahirkan system masyarakat yang secara struktur dan kultur berbeda dengan struktur dan kultur masyarakat pedesaan.

Urban art lahir karena adanya kerinduan untuk merespons kreativitas masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan dengan segala problematik. Maka muncullah usaha kelompok orang memamerkan dan mendatangkan seni di tengah masyarakat dengan cara melakukan kebebasan berekspresi. Ekspresi di sini ialah ekspresi yang ditampilkan mencoba memotret permasalahan-permasalahan yang terjadi dan mendominasi masyarakat urban mencakup masalah sosial, ekonomi, politik dan budaya. Melalui media seni dan dilatarbelakangi oleh pertumbuhan dan kapitalis kota itu sendiri.

Urban art berhasil memangkas hubungan yang berjarak antara public sebagai apresiator dengan sebuah karya seni. Seni di sini diposisikan sebagai sesuatu yang konservatif dan sarat dalam nilai pengagungan. Urban art juga berhasil meruntuhkan nilai- tersebut dengan cara menghadirkan ke tengah public melalui media-media yang erat dengan keseharian masyarakat kota. Contoh dari urban art itu sendiri misal lukisan di bak truk dan becak.



Tujuan urban art lebih berakar pada perbedaan sikap politik, anti kemapanan, vandalism, dan perlawanan terhadap system dominan di masyarakat. Bentuk konkret dari urban art bisa bermacam-macam sepanjang karya seni tersebut mengusung spirit dinamika urban. Seperti komunitas music punk yang kerap menggelar street gigs dibawah jembatan laying pasupati, seniman tradisi yang rutin menggelar kesenian pencak silat dii taman cikapayang atau juga di ting-tiang jembatan laying pasupati, merupakan contoh ekspresi semangat urban warga bandung.

Pada akhirnya urban art berhasil dimodifikasi oleh komunitasnya sendiri. Bentuk-bentuk kesenian terutama seni mural dan graffiti lambat laun bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Banyak sekali para seniman mural dan graffiti yang mengekspresikan ide mereka dengan para pemilik distro atau chloting. Para pemilik distro ini memfasilitasi pra seniman tersebut dengan menyediakan space/lahan untuk berekspresi. Selain memberikan nilai estetika pada took, ,erek juga ikut memberikan penyaluran terhadap keinginan seniman.




Ketika budaya urban didominasi dan dimenangkan oleh pasar, maka pada hakikatnya pasar pyula yang menjadi penguasa budaya urban. Demikian pula setiap hari masyarakat selalu berevolusi karena bertambahnya jumlah individu dan setiap kelompok sehingga kelompok tersebut akan kembali lebih berkembang dengan kelompok-kelompok baru lagi. Masyarakat dan budaya memang tidak bisa dipisahkan keduanya merupakan satu dari satu kesatuan akhirnya membentuk gaya hidup. Begitupun seperti pada gejala urban terjadi dari berbagai macam jenis etnis budaya kemudian lebur menjadi satu ketika dihadapkan pada lingkungan yang sama maka muncullah urban.