Showing posts with label BUDAYA. Show all posts
Showing posts with label BUDAYA. Show all posts

Dampak Positif Dari Budaya Membaca Buku

Add Comment

Pict : Putri Fairuz

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu mengalami perkembangan dalam hal pengetahuan,sebab pada dasarnya manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya karena dikaruniai akal atau budi, dan sudah sewajarnya jika manusia selalu pingin tau dan membudayakan bertanya untuk menambah wawasan tiap hari.

Sejak munculnya tulisan dan dapat dibuat menjadi bentuk buku maka setiap pengalaman beberapa orang yang dianggap penting dan bermanfaat buat umat manusia dituangkan dalam bentuk buku, dan atas dasar ini lah orang membuat istilah buku adalah jendela dunia dikarenakan dengan membaca buku wawasan kita akan semakin bertambah. Membaca juga dapat meningkatkan kualitas hidup manusia serta menjauhkan diri dari jurang kebodohan.

Buku sendiri merupakan kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Buku ini memiliki beberapa jenis, yaitu: novel, majalah, kamus, komik, ensiklopedia, kitab suci, biografi dan naskah.

Jika menelusuri beberapa sumber bahwa buku muncul pertama kali di Mesir pada tahun 2400-an SM setelah orang Mesir menciptakan kertas papirus. Kertas papirus ini berisi tulisan yang digulung. Beberapa pendapat mengatakan buku sudah ada sejak zaman Sang Budha di Kamboja karena pada saat itu Sang Budha menuliskan wahyunya di atas daun dan kemudian membacanya berulang-ulang. Berabad-abad kemudian di Tiongkok, para cendekiawan menuliskan ilmu-ilmunya di atas lidi yang diikatkan menjadi satu. Hal tersebut memengaruhi sistem penulisan di Tiongkok yang huruf-hurufnya ditulis secara vertical yaitu dari atas ke bawah.

Buku yang terbuat dari kertas baru ada setelah tiongkok berhasil menciptakan kertas pada tahun 200-an SM dari bahan dasar bambu ditemukan oleh Tsai Lun. Kertas membawa banyak perubahan pada dunia. Dan pada awal abad ke -11 di Eropa industri kertas bertambah maju. Apalagi setelah diciptakannya mesin cetak oleh Gutenberg perkembangan dan penyebaran buku mengalami revolusi

Namun faktanya saat ini budaya membaca sangatlah minim dan Masih banyak orang yang malas membaca buku, padahal sudah sangat jelas diuraikan seperti diatas membaca adalah sumber untuk mengetahui banyak hal sehingga membudayakan membaca adalah salah satu kegiatan untuk memperkaya wawasan.

            Saat ini orang sudah lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget terutama para pelajar, dan bahkan disetiap tempat orang sudah jarang membaca buku, dan memang benar digadget dapat juga membaca, namun kebanyakan orang membaca di sosial media yang menyebarkan issu yang tidak akurat, sehingga sering terjadi pemaknaan-pemaknaan yang salah, baca juga “Sosial Media Mempengaruhi Tingkah Laku Manusia” Kemudian jika melihat pasar buku atau toko-toko buku dapat kita lihat kurangnya kunjungan masyarakat dan juga minat membeli, maka tidak heran jika saat ini industri percetakan kita mengalami penurunan omset, dan untuk aplikasi buku online juga tidak begitu banyak sebab beberapa aplikasi hanya di download beberapa puluhan  ribu orang yang jika  berbanding totalitas jumlah penduduk kita juga menunjukkan angka yang masih minim, Padahal jika kita banyak membaca juga dapat mempengaruhi kita dan memiliki makna yang positif, dibawah ini saya coba utarakan beberapa dampak positif yang dapat mempengaruhi kehidupan yang membudayakan membaca:

Membaca membuatmu lebih pintar dan membuat daya ingat lebih baik
Membaca dapat  meningkatkan fungsi memori kita. Itu berarti otak kita akan aktif lebih lama seiring dengan bertambahnya usia dan menjauhkan kita dari risiko hilangnya memori, demensia, dan penyakit lain seperti alzheimer.

Membaca dapat membantu mengurangi ketergantungan pada gadget
Dengan budaya membaca kita akan lupa dengan smartphone, update media sosial, laptop, untuk sementara. Pada usia dini baik pelajar yang ketergantungan dengan teknologi cenderung mengarah pada stres, depresi, dan kelelahan.

Membaca dapat membantu mengurangi stres
Membaca dapat membuatu kita menghiraukan dunia sekitar untuk sementara. kita mungkin tidak peduli dengan kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita karena asik membaca. dengan membudayakan membaca  telah dibuktikan melalui penelitian bahwa mampu mengurangi stres walaupun hanya membaca 6 menit perhari.

Membaca dapat membantu tidur lebih nyenyak
American Academy of Pediatrics pada penelitiannya mengungkapkan bahwa menghabiskan waktu sebelum tidur sambil bermain gadget seperti handphone dan laptop cenderung akan memberi dampak negatif pada tidur kita, dan mengurangi durasi tidur kita. Membaca buku sebelum tidur justru membantu kamu beristirahat. Dengan menjadikan membaca buku sebelum tidur sebagai kebiasaan, ini bisa menjadi sinyal atau respon ke otak bahwa sudah waktunya untuk tidur.

Membaca meningkatkan konsentrasi
Pemberitahuan dari berbagai media sosial yang sangat mengganggu dapat membuatmu gagal fokus dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Membaca membantu kamu berkonsentrasi dan meningkatkan fokus. Dengan membaca 20 menit perhari, kamu akan melatih otak untuk tetap fokus untuk waktu yang cukup lama.

Membaca dapat meningkatkan kreatifitas
Membaca mendorong kita untuk memahami plot, atau argumen yang diajukan dan membantu kita untuk menguraikan apa yang berhasil dan apa yang tidak. Membaca dan memutuskan apakah artikel itu ditulis dengan baik, atau apakah kita setuju dengan apa yang dikatakan, atau apakah kita menikmati karakter tertentu, membantu kita untuk lebih kreatif dalam hidup kita sendiri karena meningkatkan fungsi otak dan kognisi.

Membaca membantu kita dalam pencapaian karakter
Membaca membantu kita untuk memahami kenapa kita setuju atau tidak setuju dengan sebuah karakter, atau sebuah sudut pandang. Hal itu bukan hanya membuat kita lebih pintar, menjadi pribadi yang lebih berempati, tapi juga menjadi seseorang yang memahami persepsi kita sendiri.

Membaca membantu kita berkomunikasi lebih baik
Membaca akan meningkatkan jumlah kosakata yang kita kuasai akan membantu kita untuk berkomunikasi dengan lebih baik. Orang yang gemar membaca memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan apa yang mereka rasakan, dan pastinya membuat orang yang diajak berkomunikasi memahami apa poin yang ingin kita tuju.

Itulah beberapa manfaat atau dampak positif budaya membaca, semoga artikel ini bermanfaat. salam POJOK_NYANTAI
Ref: Putri Fairuz dan berbagai sumber.

Berpakaian Cermin dari Pribadi Dan Salah Satu Bentuk Komunikasi

6 Comments


Berpakaian merupakan cermin dari pribadi setiap orang dan juga cermin dari era, pada dasarnya berpakaian adalah bagian dari kebutuhan primer mengingat pakaian adalah pelindung untuk tubuh kita sehingga kita dapat hangat dan terjaga dari kuman, penyakit dan berpakaian adalah salah satu budaya sopan sebab tidak ada manusia yang mau telanjang.

Dalam sebuah buku karangan ElizabethRouseUnderstanding Fashion” (BPS Profesionla Book 1989) menyebutkan bahwa pakaian itu sama fungsinya dengan bulu pada hewan, jika menyimaknya berarti disana sangat jelas funsi pakaian itu di benak kita,  namun dalam buku tersebut juga menyebutkan bahwa dapat juga menarik perhatian, untuk hewan bulu dapat menarik perhatian sibetina, namun dalam kehidupan manusia benar atau tidaknya bahwa sebagian besar wanitalah yang bersolek dan berpakaian  menarik untuk memikat hati para lelaki. Kemudian Elizabeth Wilson dan Lou Taylor, secara psikologi mengatakan bahwa pemilihan pakaian sebenarnya “didiktekan” pada seseorang oleh keinginan dari alam bawah sadarnya terhadap lawan jenis. Karenanya sebagian besar fakta dalam sejarah evolusi masnusia menunjukkan, bahwa pria memilih pasangannya karena ketertarikannya pada wanita. Sementara wanita memilih pasangannya karena kemampuan si pria untuk melindungi keluarganya. Makanya, dalam sjarah busana, pakaian wanita berkembang dari prinsip yang berdaya pikat, sedangkan busana pria pada sisi keamanan dan sifat praktis di lapangan, yang menunjukkan status social mereka. Itulah proses yang berkembang dari sifat zirah di medan perang hingga setelan jas di gedung-gedung perkantoran.

Berpakaianpun salah satu bentuk komunikasi, sangat jelas kita tau saat ini bila mengamati aktivitas dan berbicara profesi sangatlah beragam dan ketika menyimak pendapat diatas maka bias juga berlawanan, contohnya ketika seorang atlet renang menggunakan pakaiannya tentu secara social ini sudah janggal, namun dikarenakan ini bagian dari aktivitas yang mereka jalani sehingga hal ini juga dapat diterima, jelas kita pahami bahwa menggunakan pakaian baju renang tersebut mampu berkomunikasi bahwa hal tersebut adalah profesi renang dan tidak ada kaitannya dengan pelanggaran etika dan norma. Dan contoh yang kedua bila kita melihat seorang wanita mengenakan pakaian polisi atau katakanlah Polwan, dalam benakk kita juga lansung menerima bahwa wanita dapat juga menggunakan celana ala pria, nah dalam persoalan diatas maka kita dapat menyimpulkan bahwa pakaian mampu berkomunikasi, dan juga lebih jelasnya secara tanda, pakaian juga mampu berbicara ketika pakaian adat di gunakan dan secara spontan kita langsung dapat mengidentifikasi dan  menyimpulkan asal daerahnya.

Seiring dengan perkembangan jaman atau budaya urban saat ini,  fesyen/pakaian juga sudah bagian terpenting dan trlibat dalam aktivitas sehari-hari sehingga banyak dari kita yang tiap kali berpakaian mempertanyakan dalam hati pantas atau tidak kita menggunakannya, nah untuk itu kita sudah dapat menjawabnya yaitu kembali kepersoalan Sosial, Aktivitas sehingga kita menempatkan fungsinya dengan tepat. Nah buat sahabat pembaca semoga artikel ini bermanfaat, salam POJOK_NYANTAI


Beberapa Jenis Baju Adat Jawa yang Masih Populer Sampai Saat Ini

Add Comment

Baju Adat Jawa merupakan pakaian tradisional dari Jawa yang biasa dipakai oleh orang – orang jawa jaman dahulu sebelum terciptanya baju – baju modern yang saat ini sudah berkembang dipasaran. Namun dengan berbagai inovasi yang dilakukan oleh desainer, beberapa jenis pakaian tradisional Jawa ini masih tetap menjadi trend lho.
Pesona yang ditampilkan oleh  Baju Adat Jawa memang tak kalah menarik dengan baju – banju yang gaul saat ini, nah, berikut beberapa jenis pakaian tradisional Jawa yang masih populan hingga saat ini:

 Kebaya


Kebaya merupakan salah satu pakaian tradisional dari Jawa yang masih trend hingga sekarang dan sering dipakai untuk menghadiri acara-acara resmi. Kebaya mempunyai ciri khas dan nilai modis tersendiri untuk para pemakainya. Seiring dengan berkembangan zaman pun kebaya makin berinovasi menyesuaikan dengan zaman modern ini. Hal inilah yang membuat kebaya masih mendapatkan ruang dihati para pemakai hingga saat ini. Bahkan artis hingga Miss Universe pun juga tak jarang memakai baju tradisional jawa yang satu ini.

 Batik

Siapa sih yang tidak kenal dengan batik, jika anda orang Indonesia, tentunya sudah tak asing lagi dengan batik. Busana tradisional Jawa yang satu ini seakan menjadi salah satu ikon khas bagi Indonesia. Bahkan tak sedikit dari masyarakat luar negri pun yang terpesona dengan motif yang khas buatan tangan dari jawa ini. Para desainer Indonesia pun terus berlomba – lomba untuk mengembangkan fashion batik dan juga mengenalkannya hingga ke mancanegara. Hal inilah yang membuat batik masih menjadi trend dan primadona bagi masyarakat Indonesia hingga saat ini.

 Busana Kejawen

Busana kejawen atau sering juga disebut jawi jangkep biasanya dipakai saat ada acara resepsi dengan nuansa adat jawa. Busana kejawen ini juga dipercaya dapat menambah kadar kejantan dan kecantinkan seseorang, sehingga busana ini juga menjadi daya tarik bagi para turis mancanegara untuk mencoba mengenakan pakian tradisional Jawa ini. Nuansa Jawa akan semakin terasa kental mendominasi dengan ditambahannya keris bagi laki-laki dan konde bagi perempuan.

 Basahan


Basahan merupakan pakaian adat jawa bagi wanita yang pada umumnya dikenakan pada saat upacara pernikahan dengan nuansa adat kreaton. Pakaian adat Jawa yang satu ini juga masih menjadi trend hingga sekarang, hal ini dibuktikan dengan masih sering tampilnya busana ini saat upacara penikahan dengan tema adat jawa yang tak jarang dilakukan oleh beberapa artis Indonesia yang mempunyai garis keturunan dari Jawa.
Nah, itulah beberapa jenis Baju Adat Jawa yang masih menjadi trend hingga saat ini. Jadi sobat jangan malu mengenakannya ya, jangan sampai anak cucu kita hanya tinggal mendengar ceritanya saja.



Cerita Dibalik Tumpeng Robyong dalam Adat Jawa

Add Comment

Tumpeng Robyong merupakan tumpeng yang biasa dihadirkan dalam upacara khitanan, hajatan yang sifatanya bersuka cita dalam adat jawa. Tumpeng ini memiliki ciri khas yakni adanya terlur ayam, bawang merah utuh, cabai merah, dan terasi bakar diujung tumpeng yang semuanya ditusuk seperti sate dengan menggunakan bilah dari bambu atau biasa disebut sujen.
Tumpeng Robyong juga sering digunakan dalam acara siraman saat pernikahan adat jawa. Biasanya tumpeng ini ditaruh dalam bakul dengan bermacam - macam sayuran. Dan di bagian atas tumpeng ini tentu tidak lupa  ditambahkan telur ayam, terasi, bawang merah dan juga cabe.
Tumpeng ini digunakan sebagai simbol keselamatan, kesuburan dan kesejahteraan. Tumpeng yang bentuknya seperti gunung ini menggambarkan kemakmuran yang sejati. Aliran air dari gunung akan dapat  menghidupi tumbuh - tumbuhan. Nah, tumbuhan yang dibentuk ribyong ini biasa disebut semi atau semen, yang maknanya hidup dan tumbuh berkembang.
Nasi yang dibentuk kerucut dan dinamakan tumpeng ini sebernya mengandung banyak makna. Bentuk kerucut ini menyimbulkan gunung yang dalam kepercayaan Jawa sering diidentikkan dengan tempat yang maha tinggi, dan tempatnya penguasa alam bertahta, dan tempat kemuliaan Allah.
Dalam kepercayaan orang Jawa, gunung adalah tempat yang sakral sebab dipercayai memiliki kaitan yang erat dengan langit dan surga. Bentuk dari tumpeng yang layaknya gunung ini, dalam tradisi Jawa mengandung makna yaitu menempatkan Allah pada posisi puncak, tertinggi, dan yang menguasai alam dan manusia.
Bentuk kerucut dari tumpeng ini juga menggambarkan bahwasannya Allah adalah awal dan akhir.  Masyarakat Jawa sering menyebut-Nya dengan Sang Sangkan Paraning Dumadi maknanya yaitu bahwa Allah adalah asal segala ciptaan dan tujuan akhir dari segala ciptaan. Tumpeng juga digunakan sebagai simbolisai dari sifat alam dan manusia yang berasal dari sang Khaliq dan suatu saat juga akan kembali kepada-Nya. Bentuk tumpeng ini juga disimbolkan seperti tangan terkatup, sama seperti saat seseorang yang sedang menyembah, hal ini juga untuk menggambarkan bahwa Allah adalah dzat yang patut disembah dan dimuliakan.
Dalam tradisi selametan yang sering dilakukan orang Jawa, puncak acaranya yaitu saat pemotongan bagian atas dari tumpeng. Pemotongan ini pun  pada umumya dilakukan oleh orang yang paling dituakan atau dihormati. Hal ini menyimbolkan bahwa masyarakat Jawa sangat memegang teguh nilai - nilai kekeluargaan dan menggambarkan bahwa orang tua merupakan figur yang sangat dihormati.
Setelah itu, tumpeng disantap secara bersama - sama. Upacara potong tumpeng ini dilakukan sebagai rasa syukur kepada Tuhan dan sekaligus ungkapan atau ajaran hidup mengenai pentingnya kebersamaan dan kerukunan.

Waah, ternyata banyak sekali ya makna yang terkandung dalam Tumpeng Robyong ini. Jangan lupa untuk melestarikannya ya sob.

Anda Penasaran Dengan Candi Prambanan? Ini Dia Asal Usulnya

Add Comment


Candi prambanan terletak di perbatasan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Candi yang di tetapkan ke dalam situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1991 ini merupakan candi hindu terbesar di Indonesia.

Menurut prasasti Siwagrha (Sivagrha) pembangunan candi Prambanan di mulai pada abad ke-9, tepatnya pada tahun 778 Saka atau 856 masehi pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dan secara berkala di perluas oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu. Beberapa sejarawan menduga pembangunan candi hindu Prambanan sebagai penanda kembali berkuasanya Keluarga Sanjaya atas Jawa.

Kompleks candi Prambanan secara berkala di perluas oleh raja raja Medang Mataram seperti Raja Daksa dan Raja Tulodong.

Candi Prambanan sendiri di temukan pada tahun 1733 oleh C.A Lons. Penyelidikan lebih lanjut di perintahkan atas perintah Sir Thomas Stamford Raffles, namun reruntuhan candi tersebut kembali terlantarkan berpuluh-puluh tahun kemudian. Pada tahun 1880 di lakukan penggalian tak serius.

Pembongkaran besar besaran di lakukan oleh Isaäc Groneman setelah di lakukan pembersihan pada tahun 1885 oleh Jan Willem IJzerman dengan mengelompokan batu batu candi. Upaya tersebut berlanjut pada tahun 1902 oleh Van Erp dengan mengelompokan batu batu reruntuhan secara lebih rinci.

Dimulai dengan upaya Van Erp, namun pemugaran secara seriusnya baru di mulai sejak tahun 1930-an. Dengan pemugaran besar-besaran, candi prambanan kembali menjadi pusat ibadah umat Hindu.

Candi Prambanan sendiri memiliki cerita rakyat; Roro Jonggrang, sehingga seringkali candi Prambanan di sebut juga candi Roro Jonggrang. Kisahnya sendiri menceritakan tentang Roro Jonggrang yang menentang lamaran dari seorang pemuda yakni Bandung Bondowoso. Karena ketidak sukanya terhadap Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso untuk membangun 1000 candi dalam satu malam. Di dalam ceritanya, Bandung Bondowoso yang walaupun di bantu oleh jin rupanya hanya mampu menyelesaikan 999 candi.

Namun sebenarnya, candi Prambanan sendiri hanya memiliki 240 candi. Namun kini, dari hasil pemugaran hanya tersisa 18 candi; yaitu 8 candi utama dan 8 candi kecil di zona inti serta 2 candi perwara.

Candi Prambanan memiliki 3 zona, yaitu Jaba atau pelataran luar, Tengahan atau pelataran tengah dan Njeron atau pelataran dalam.

Zona Njeron atau pelatatan dalam merupakan zona paling suci. Pasalnya di zona tersebutlah terdapat candi Trimurti, yakni candi yang di persembahkan khusus untuk 3 dewa hindu tertinggi ialah Dewa Brahma Sang Pencipta , Dewa Wishnu Sang Pemelihara, dan Dewa Siwa Sang Pemusnah.

Candi terbesar dan tertinggi di candi prambanan sendiri adalah candi Siwa, pasalnya candi Siwa memiliki tinggi 47 meter dan lebar 34 meter.


Terdapat satu arca, yang nenurut masyarakat setempat merupakan arca Roro Jonggrang yakni arca Durga, letaknya berada di sebelah ruang utara bersama dengan arca Sakti yang merupakan istri dari Dewa Siwa. 

Misteri Candi Borobudur

2 Comments

Candi borobudur adalah bangunan kuni yang diyakini sebagai peninggalan kerajaan Dinasti Sailendra pada masa pemerintahan raja Samaratungga dari Kerajaan Mataram Kuno dan diperkirakan selesai dibangun pada abad ke-8.

Candi borobudur mengandung banyak sekali misteri yang belum terkuak, tidak ditemukan prasasti atau buku yang menjelaskan dengan pasti tentang pembanguan borobudur dan nama aslinya. Ada yang mengatakan bahwa nama tersebut berasal dari nama samara budhara memiliki arti gunung yang lerengnya terletak teras-teras.

Ada juga yang mengatakan bahwa borobudur berasal dari ucapan para budha yang mengalami pergeseran, dan satu-satu nya tulisan yang menyebutkan borobudur pertama kali adalah thomas Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya yang berjudul sejarah pulau jawa.

Para ahli sejarah memperkirakan bahwa Sir Thomas Stamford Raffles menyebut borobudur yaitu  dari kata bore dan budur ,bore artinya yaitu sebuah desa yang terletak di dekat lokasi letak candi borobudur, sedangkan budur artinya purba.

Sejarah berdirinya candi borobudur ini diperkirakan dibangun pada tahun 750 M oleh kerajaan Syailendra yang pada saat itu menganut agama budha. Pembangunan candi ini juga sangat misterius, sebab perhitungan arsitektur yang tinggi dan canggih belum dikenal manusia pada abad ke-7. Dan sampai saat belum ada yang mampu menjelaskan tentang bagaimana cara pembangunan dan sejarah candi borobudur ini.

Banyak ilmuan dari berbagai penjuru dunia yang datang, namun masih belum ada satu pun yang berhasil mengungkapkan misteri pembangunan Borobudur ini. Beberapa pertayaan yang membuat para peneliti penasaran yaitu dari manakah asal batu - batu besar yang ada di candi borobudur dan bagaimana pulakah cara menyusunnya dengan presisi dan arsitektur yang juga sangat rapih.

Terdapat 72 stupa yang berbentuk lonceng ajaib dalam Candi borobudur, Stupa yang paling besar terletak pada puncak candi, dan yang lainnya mengelilingi stufa hingga kebawah. Saat ilmuan menggambar denah candi borobudur, ditemukan pola - pola aneh yang mengarah pada fungsi borobudur sebagai jam matahari, jarum jamnya berupa bayangan stupa yang besar dan jatuh tepat di stupa lantai bawah.

Namun belum di ketahui juga secara pasti bagaimana pembagian waktu yang dilakukan dengan menggunakan candi ini. Ada yang mengatakan bahwa jam pada candi borobudur menunjukan tanda kapan masa bercocok tanam ataupun masa panen. Sungguh luar biasa bukan?

Candi Borobudur merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah cukup terkenal hingga ke seluruh dunia, bangunan ini merupakan candi budha terbesar didunia dan ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO. Bentuknya yang cukup unik dan banyak misteri yang belum terkuak dalam candi ini, tentu menarik perhatian bagi setiap orang untuk mengunjunginya dan bagi peneliti untuk mengungkap misteri tersebut.


Anda Perlu Tahu, Asal Usul Reog Ponorogo Yang Unik

Add Comment

Asal Usul Reog Ponorogo - Reog Ponorogo atau Tari Barongan merupakan kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur. Reog Ponorogo sendiri pernah di filmkan dalam sebuah cerita legenda yang di tayangkan di stasiun TV swasta, selain itu kostum Reog Ponorogo juga pernah menjadi national costume pada ajang Miss Universe tahun 2013 yang di kenakan oleh Whulandary.

Ada yang berpendapat bahwa Reog atau Reyog atau sering di sebut pula reyag-reyog berarti bergerak atau berayun ke samping secara bergantian.

Hal tersebut sedikit banyak tercermin pada dadak merak. Dadak merak sendiri merupakan peralatan tari dalam Reog Ponorogo yang terbuat dari bambu dan rotan. Dadak merak di gambarkan sebagai seekor merak yang sedang mengembangkan  bulunya. Dan apabila dadak merak di gerakan maka akan terlihat reyag reyog.

Untuk asal usul Reog Ponorogo sendiri memiliki banyak versi. Jika di tilik dari historisnya Reog Ponorogo terbentuk sebagai sebuah wujud penolakan atau perlawanan terhadap pemerintahan dan juga sebuah hiburan bagi masyarakat.

Hal ini sesuai dengan salah satu asal usul Reog Ponorogo babad Ki Ageng Kutu Suryonggalan.  Dalam versi tersebut di ceritakan bahwa Ki Ageng Kutu menciptakan barongan sebagai bentuk sindiran terhdap Raja Majapahit yang berkuasa pada abad ke-15, yakni Prabu Brawijaya V.

Hal tersebut Ki Ageng lakukan lantaran sang Prabu lalai terhadap kewajibanya. Selain itu, sang Prabu juga terlalu tunduk dan di kendalikan oleh permaisuri. Dan pada masa itu, pemerintahan yang terbentuk juga sangat korup. Barongan yang di ciptakan oleh Ki Ageng terdiri dari Harimau yang di lambangkan sebagai sang Prabu, sedangkan merak yang di tungganginya di lambangkan sebagai permaisuri.

Reog Ponorogo sendiri di mainkan oleh 20 sampai 30 orang dalam sebuah grup. Pemainnya terdiri dari Jathil, Bujang Ganong, Warok, Dadak Merak, dan Klono Sewandono. Jika di lihat dari pemainya, maka akan cocok dengan asal usul Reog Ponorogo babad Klono Sewandono.

Dalam versi cerita tersebut, di kisahkan bahwa Klono Sewondono jatuh cinta pada Dewi Senggalangit. Ketika Klono Sewondo berniat untuk menjadikan Dewi Senggalangit sebagai istri, sang Dewi meminta mas kawin berupa permintaan kepada Klono Sewondono agar memindahkan seluruh isi hutan ke dalam istana.

Klono Sewondono yang menyanggupi permintaan tersebut harus berhadapan dengan sang penunggu hutan, Singa Barong atau Dadak Merak agar dapat memindahkan seluruh isi hutan.

Hal tersebut ternyata tidak mudah, supaya bisa mengalahkanya, Klono Sewondono meminta bantuan kepada para prajurit, patih dan juga warok. Akan tetapi mereka semua menjadi korban.

Akhirnya, Klono Sewondono dengan bersenjatakan cemeti pusaka Semandiman turun langsung untuk bertarung dengan Singo Barong.

Perkelahian inilah yang konon menjadi tarian dari Reog Ponorogo.


Apapun asal usul reog ponorogo yang di percaya, Reog Ponorogo sudahlah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia yang wajib di lestarikan.