Showing posts with label ARSITEKTUR. Show all posts
Showing posts with label ARSITEKTUR. Show all posts

Stasiun Kreta Jakarta Salah satu Peninggalan dari Belanda

2 Comments
Dari sekian banyak bangunan pencakar langit di Jakarta, ternyata masih ada stasiun kereta api tertua hasil peninggalan Hindia Belanda yang juga menjadi saksi sejarah kemajuan Kota Tua Batavia. Di era tahun 1980 masyarakat sekitar sering menyebutnya stasiun beos, yang menghubungkan Batavia hingga Bogor sebagai jalur kereta api pertama yang sudah beroperasi semenjak 1873. Disebut sebagai Stasiun Beos yang berarti kependekan dari Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij ialah Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur. Arti lain dari Beos yang berasal dari kata Batavia En Omstreken, yaitu Batavia dan sekitarnya. Mengingat dahulu disinilah tempat penghubung Kota Batavia dengan kota lain seperti Buitenzorg atau Bogor, Bekassie atau Bekasi, Karavan atau Karawang, Parijs van Java atau Bandung dan sekitarnya.

Photo By : Aldi Muliadi


Stasiun ini berada di Pinangsia, Taman Sari, Jakarta. Bila anda tertarik mengunjunginya, letaknya amat dekat dengan Kota Tua. Bahkan stasiun kereta ini sudah masuk dalam kategori cagar budaya yang harus dilindungi. Walaupun dijadikan cagar budaya namun didalamnya masih terapat aktivitas yang layaknya stasiun lain. Stasiun ini selalu ramai pengunjung yang ingin berpindah kota, umumnya stastiun ini menjadi pemberangkatan awal kereta sekaligus sebagai tujuan terakhir kereta api dari berbagai kota.

Awal sejarah Stasiun kota Jakarta ini, dirancang oleh seorang arsitek kelahiran Tulungangung yaitu Frans Johan Louwrens Ghijsels menggunakan kombinasi teknik modern barat dan berpadu dengan tradisional setempat. Maka dari itu stasiun ini memiliki banyak julukan seperti Gedung hindia atau Het Indische Bouwen karena memiliki seni tinggi dan berfilosofi. Konfirgurasi bangunan ini membentuk huruf “T”. Nuansa interior berwarna kecoklatan karena dinding dilapisi keramik sedangkan pada bagian luar di balut dengan plesteran hitam. Pada bagian lantai disematkan ubin abu-abu dan kuning, berbeda dengan bagian peron yang mengenakan pola waffle berwarna senada. Uniknya di bagian peron menggunakan rangka atap membentuk kupu – kupu dengan penyangga dari kolom baja. Selain itu juga adanya batu bata di atas pintu, tambahan daun pintu yang berfungsi sebagai keluar masuknya angin kedalam gedung stasiun.

Dahulu stasiun ini beroperasi selama 56 tahun namun sempat di tutup pada tahun 1926. Selama ditutup itulah Stasiun Beos direnovasi dan menghabiskan waktu hinga 3 tahun lamanya, yang hasilnya bisa dilihat sampai saat ini. 

Selama masa renovasi ini semua kegiatan arus mudik beralih ke Stasiun Batavia Noord atau Batavia Utara, karena dahulu Stasiun Beos juga dikenal dengan sebutan Batavia Zuid atau Batavia Selatan. Secuil kisah dari Batavia Noord yang sempat menggantikan peran dari stasiun kota ini dahulu lokasinya dekat dari Museum Fatahilla, tetapi semenjak berdirinya stasiun kota Jakarta maka Batavia Noord ini dihancurkan.

Stasiun kota Jakarta ini adalah salah satu tipe stasiun yang menjadi perjalanan terakhir karena tidak memiliki jalur kelanjutan berikutnya. Bila anda ingin menikmati perjalanan dari Stasiun Kereta Api Jakarta Kota ini bisa menaiki KA Wisata Tanjung Priuk hingga Jakarta Kota. Perjalanan ini hanya memakan waktu 45 menit saja dari awal pemberangkatannya. Saat menaiki kereta ini anda akan melihat beberapa bangunan yang dinobatkan sebagai cagar budaya seperti Stasiun Jatinegara, Stasiun Manggarai, Dipo Lokomotif Jatinegara, Gedung Listrik Aliran Atas dan Stasiun Pasar Senen. Jika ingin menikmati perjalanan keluar kota tersedia juga banyak tujuan seperti ke Malang, Surabaya, Kroya, Tegal, dan Merak. (penulis : Aldi Muliadi/PNB 3B/2017)


Baca Juga : 

Nostalgia Kota Tua Jakarta di Cafe Batavia

Pelukis Sketsa Di Tepi FatahillahGedoeng Jasindo di Taman Fatahillah

Masjid Baiturrahma Kampung Lio Pusat Kemakmuran Warga Depok

Add Comment
Photo By : Rizka

Bagi warga Kampung Lio Depok, Masjid Baiturrahma yang beralamat di  Jl. Kp. Lio No.54, RT.4/RW.19, Depok, Pancoran MAS, Kota Depok, Jawa Barat 16431 termasuk salah satu rumah ibadah yang cukup dikenal. Selain letaknya strategis di pinggir jalan, masjid ini dikelola di bawah Yayasan Al-Muhajirin Depok (YAD) yang memiliki lembaga pendidikan bermutu di lingkungan Nusantara Depok.
Pada pandangan pertama melihat masjid ini akan terkesan dengan konsep arsitekturnya yang minimalis dan paduan warna yang sejuk dengan lapangan parkir yang cukup luas. Masjid berlantai tiga ini memuat jamaah sekitar 1.000 jamaah. Lantai dasar didesain secara khusus untuk kegiatan-kegiatan pertemuan dan disewakan untuk resepsi pernikahan atau perayaan sekolah di bawah naungannya. Meski ruang pertemuan yang disewakan tidak terlalu luas, namun terasa nyaman karena dilengkapi dengan pendingin ruangan.
Menaiki di lantai dua sebagai pusat ibadah, masjid ini terlihat sangat luas dengan hamparan karpet-kapet empuk nan bersih karena setiap hari dibersihkan oleh petugas masjid. Di samping sebelah kiri agak ke belakang terdapat ruang khusus wanita yang ingin melaksanakan ibadah. Bagi yang melaksanakan shalat di lantai ini akan terasa begitu nyaman karena ruang-ruang yang terbuka, seperti bagian depan yang dibuat tanpa pintu dan pinggir-pinggir jendela dibuka membuat angin sepoi-sepoi membuat sejuk setiap orang yang beribadah.
Untuk lantai tiga terdapat banyak bangku-bangku panjang yang disediakan bagi murid-murid Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) yang diselenggarakan pada siang hari. Meski demikian, pada hari Jumat saat pelaksanaan shalat Jumat, bangku-bangku itu ditumpuk untuk memberi ruang bagi jamaah yang membludak. Belum lagi saat hari Jumat yang libur kerja nasional, siatuasinya menjadi sangat padat dengan mobil-mobil terparkir di halaman masjid.
Berbagai kegiatan keagamaan diselenggarakan secara rutin atau tentatif, seperti pengajian pada hari Kamis siang untuk kalangan ibu-ibu, dan Ahad pagi untuk kalangan umum. Selain dikelola Yayasan yang memiliki lembaga pendidikan di tingkat TKIT, SDIT, SMPIT, dan SMAIT Al-Muhajirin dengan sistem pengelolaan modern. Memiliki aset tanah yang luas, telah berdiri dua gedung sekolah dengan megah melengkapi kemegahan masjid ini.

Namun demikian, pengurus masjid yang rata-rata diisi oleh para purnabhakti (pensiunan) dari berbagai lembaga pemerintah maupun swasta, masjid ini akan terus dikembangkan dengan membangun Gedung Penunjang Kegiatan Masjid di atas tanah wakaf di sebelah barat masjid.
Dalam catatan formulirnya, rencananya pengembangan gedung ini diperuntukkan bagi fasilitas khusus penyelenggaraan jenazah, kaum manula, kaum dihabel atau handicapped; fasilitas untuk kegiatan Majelis Taklim, dan remaja masjid (RMB); dan ruang seminar dan perusatakaan digital. Masjid Baiturrahma Depok ini pun melakukan sumbangan anak yatim piatu yang diadakan secara rutin setiap sebulan sekali. Anak yatim piatu yang ada yaitu didapat dari warga sekitar yang sangat membutuhkan dan memang kurang berkecukupan.

Sangat mulia dan bagus program kerja dari pengelola dan pengurus Masjid Baiturrahma Depok ini. Semoga semestinya, program kerja menuju surga bisa berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.(Penulis: Rizka Ica/PNB 3A/2017)

Perpustakaan Universitas Indonesia Dijuluki "Crystal of Knowledge"

Add Comment
Photo By : Muhammad Rafi Hanif
            Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia atau juga dijuluki dengan ‘Crystal of Knowledge’, merupakan sebuah perpustakaan dengan penggunaan sistem terintegrasi. Perpustakaan pusat merupakan departemen penting dalam sentra administrasi universitas dimana perpustakaan-perpustakaan berkolaborasi pada ranah akuisisi maupun koleksi digital, teknologi informasi, preservasi dan high-density storage.
Bentuk bangun Perpustakaan Pusat UI bisa dibilang unik karena bentuk asimetrisnya. Selain itu penggunaan batu granit dan kaca dalam jumlah yang banyak pada bangunan berlantai 4 itu sangatlah menarik perhatian. Dalam perpustakaan dilengkapi dengan pendingin ruangan, lift, komputer, tempat penitipan barang, toko buku, mushola, café, restoran, dan toilet tentunya. Acapkali Perpustakaan Pusat UI dijadikan tempat atau objek foto, berkumpul, dan juga mengerjakan tugas kelompok karena tersedianya jaringan Wi-Fi. Pepohonan besar nan rimbun juga turut menjadi nilai lebih untuk Perpustakaan Pusat UI, yaitu tempat untuk berteduh bagi yang ingin membaca buku di pelataran perpustakaan.
Perpustakaan Pusat UI juga memenangkan sebuah penghargaan arsitektur pada tahun 2015, IAI Awards. Kemudian untuk memfasilitasi koordinasi dan komunikasi, Perpustakaan Pusat UI menjadi peleburan bagi semua perpustakaan dari setiap fakultas. Layanannya mencakup pelayanan terpadu bagi semua mahasiswa UI dan pengunjung umum. Pada 2007, koleksi Perpustakaan Pusat UI mencapai angka 1.500.000 buku. Adapun koleksi ini adalah koleksi komprehensif bila menimbang jumlah arsip dan dokumentasi yang dinaunginya. Perpustakaan Pusat UI adalah salah satu yang terbesar di Asia untuk jumlah koleksinya.
Dengan dukungan sistem informasi yang berbasis pada teknologi informasi yaitu digital library online information system maka pengunjung dapat secara langsung mencari dan mengunduh koleksi-koleksi yang disediakan seperti: Koleksi Buku, Koleksi Majalah, Koleksi Non Buku, Koleksi Artikel Eletronik, Koleksi Book Elektronik, Koleksi Ensiklopedia serta karya yang dihasilkan segenap civitas academica dalam koleksi Universitas Indonesia.
Untuk peminjaman buku untuk kalangan di luar dari civitas academica Universitas Indonesia belum dapat direalisasikan. Tetapi untuk masyarakat umum yang hendak membaca koleksi buku dari Perpustakaan Pusat UI dapat langsung mengunjungi dan melakukan registrasi di lobby perpustakaan. Bagi pengunjung umum juga dapat menikmati berbagai fasilitas yang ada walau tidak selengkap yang dinikmati oleh mahasiswa UI. Bagi masyarakat umum yang berkunjung, pada saat registrasi akan ditanyakan tujuannya datang ke perpustakaan untuk apa, kepentingan yang berbeda maka akan dikenakan biaya yang berbeda, bila hanya berkunjung untuk membaca maka akan dikenakan biaya sebesar Rp5.000,-/orang.

Jadi, tidak hanya bentuk arsitektur saja yang indah, tetapi juga koleksi perpustakaan yang mendukung menjadi faktor Perpustakaan Pusat UI semakin menarik untuk dikunjungi. Serta lokasi yang strategis berada dekat dengan Stasiun Universitas Indonesia atau Stasiun Pondok Cina, hanya perlu dilanjutkan dengan menumpangi Bus Kuning atau berjalan kaki untuk sampai di tujuan.(Penulis: Muhammad Rafi Hanif/PNB3A/2017)

Gedung BNI 46 Merupakan Rancangan Arsitek F. Silaban

Add Comment
Photo By : Ardinda Zenadieneva
Waktu itu saya dan teman - teman saya pergi ke area wisata Kota Tua sehabis pulang kuliah. Saya berlima dengan Ica, Halim, Tiara dan temannya pergi kesana siang itu dengan menaiki kereta jurusan stasiun Jakarta kota. Niat utama kami pergi kesana adalah untuk hunting foto tugas matakuliah fotografi.  Sesampainya disana kami berkeliling sambil berfoto – foto dan mengerjakan tugas. Setelah cukup lama berkeliling, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak di trotoar pinggir jalan di seberang Gedung BNI 46.
Kami mengobrol sambil memakan jajanan kecil yang kami beli disana dan sesekali mengamati jalan raya didepan kami. Entah mengapa saya memandai Gedung BNI 46 didepan saya itu. Gedungnya cukup besar dan megah, terlihat seperti bangunan lama tetapi masih sangat kokoh. Warna dari gedung ini juga eye catching daripada gedung - gedung disekitarnya. Dengan memakai warna terang seperti itu, gedung ini jadi terlihat cukup modern. Karena saya termasuk orang yang suka memotret gedung/bangunan, akhirnya saya memotret gedung tersebut tanpa ada alasan apa pun. Setelah saya mencari tahu tentang gedung tersebut di internet, ternyata Gedung BNI 46 ini  dibangun tahun 1960 hasil rancangan arsitek F. Silaban, seorang arsitek Indonesia yang banyak merancang bangunan monumental di Jakarta saat itu. Gedung ini banyak menggunakan permainan bidang untuk mengantisipasi curah hujan dan sinar matahari yang banyak terdapat di negara tropis. Alamat dari Gedung BNI 46 adalah di Jl. Lada No. 1, Jakarta Barat kawasan wisata kota tua (di depan Stasiun Jakarta Kota). (Penulis : Ardinda Zenadienva/PNB3A/2017)

Sang Perancang Masjid Raya Bogor

Add Comment
Photo By : M.Ryan Zabidi Abdallah&M.Ramadhan
Masjid Raya Bogor adalah Masjid yang berada di Jalan Raya Pajajaran No. 10 sekitar 400 meter dari Terminal Baranangsiang. Masjid ini bisa dibilang Masjid yang  sudah sangat tua. Masjid yang berumur kurang lebih 38 tahun. Masjid Raya Bogor ini adalah Masjid kebanggaan bagi orang-orang Bogor.
Tapi taukah kamu siapa perancang Masjid Raya Bogor? Tidak ada yang menyangka dan tahu bahwa salah satu bangunan Masjid tercintanya orang Bogor ini adalah hasil pemikiran dari seorang arsitek Indonesia yang terkenal, yaitu Frederich Silaban.
Frederich Silaban bukanlah nama asing bagi Indonesia apalagi dibidang arsitektur. Pria kelahiran Sumatera Utara tahun 1912 ini telah melahirkan banyak karya untuk bangsa Indonesia. Contoh karya yang telah dia buat adalah Gelora Bung Karno dan perancang awal Monumen Nasional.
Masjid Raya Bogor bukanlah satu-satunya bangunan Masjid pertama hasil rancangan Frederich Silaban. Masjid yang merupakan hasil karyanya,  yaitu salah satu Masjid kebanggaan Indonesia yaitu Masjid Istiqlal yang berada di Jakarta.
Kenapa Frederich Silaban dibilang orang hebat? Karena beliau ini bukanlah seorang yang beragama Islam, melainkan seorang yang beragama Kristen Protestan. Beliau adalah seorang yang taat di agamanya. Beliau hebat, karena beliau tidak mempermasalahkan kenyataan bahwa ia membangun tempat ibadah umat yang berlainan dengan keyakinannya sendiri.
Fakta yang lebih mencengangkan lagi Frederich silaban sendiri adalah kemampuan dalam merancang bukanlah berasal dari bangku sekolah khusus. Beliau juga bukanlah seorang lulusan kuliah Arsitektur. Belia hanya seorang lulusan Sekolah Tehnik Menengah (STM). Pengetahuan arsitektur didapatkannya dari belajar secara otodidak. Ketekunannya membuatnya akhirnya menghasilkan berbagai karya yang membuatnya menerima berbagai penghargaan.
Frederich Silaban adalah cerminan nyata manusia yang bertoleransi antara sesama umat beragama. Beliau adalah seorang yang patut dicontoh oleh orang-orang Indonesia. Tidak penting keyakinan apa yang dimiliki seorang manusia. Kita harus saling berbagi dan menyayangi satu sama lain tanpa memandang ras,suku,bangsa,dan agama.(Penulsi : MohamadRyan Zabidi Abdallah&Muhamad Ramadhan/PNB3B/2017)



“MENGENAL LEBIH DALAM GBI KAMBOJA DEPOK”

Add Comment
                           
photo By : Ardiansyah Septian&Tio Arip Wibowo
GBI Kamboja adalah salah satu gereja di Kota Depok di bawah naungan Sinode. Gereja Bethel Indonesia di bawah penggembalaan Pdt Ir Jongky Taufan Widjojo yang berdiri pada 7 Januari 1996.
Sejarah dari GBI Kamboja depok ini yaitu :
Pada tanggal 16 Mei 1993. GBI Sawangan didirikan dan digembalakan oleh Pdt Soewito Njotorahardjo ( Opa Njo ). Opa Njo memulai penggembalaanya ini pada usia 68 tahun. Lalu Pada tanggal 7 januari 1996, GBI Bethany Depok ( sekarang menjadi GBI Kamboja ) memulai ibadah perdana di Kota Depok dengan menyewa ruangan di Hotel Bumi Wiyata, Jalan margonda Raya, dengan jumlah jemaat mula-mula 116 orang. GBI Kamboja di bawah penggembalaan Pdt Ir Jongky T Widjojo merupakan ranting pertama dari GBI Sawangan. Jemaat GBI kamboja terus bertambah dan berkembang ke seluruh kota Depok, sehingga dibuka lagi ranting-ranting baru di Depok Timur, Bilabong-Bojonggede, Mekarsari, Simpangan Depok, Rajabrana, Lenteng Agung, dan Pasar Minggu.
Pada tanggal 4 juli 2005, pembangunan gedung gereja di jalan Kamboja No 18 telah selesai dan diresmikan, Sesuai Tata Gereja GBI, nama gereja ini menjadi GBI Jalan Kamboja No 18 Depok.
pada tanggal 13 Februari 2006, Pdt Soewito Njotorahardjo meninggal dunia pada usia 81 tahun, dimakamkan di Pemakaman Gunung Gadung, Bogor, Jawa Barat. Selama kurun waktu 13 tahun dari tahun 1993-2006, GBI Sawangan di bawah penggembalaan Pdt Soewito Njotorahardjo telah berkembang menjadi 17 Gereja cabang / ranting dengan jumlah jemaat sekitar 5000 orang dewasa dan 1500 anak-anak.
Sepeninggal Pdt Soewito Njotorahardjo, dan selaku Gembala Pembina pdt Dr Ir Niko  Njotorahardjo mengangkat Pdt Jongky T Widjojo sebagai Gembala Rayon 9. Sehingga secara efektif sejak tahun 2006, jemaat induk Rayon 9 adalah GBI Kamboja Depok yang digembalakan Pdt Jongky.
Akhir tahun 2007, di bawah penggembalaan Pdt Jongky dan Ibu gembala Pdp Henny Widjojo, jemaat GBI Kamboja telah mencapai sekitar 2000 jemaat dewasa dan 450 jemaat anak-anak.
Maret 2010, jumlah jemaat telah mencapai lebih dari 2500 jemaat dewasa dan 450 anak-anak.

Lalu, GBI Kamboja menjalin kerja sama dengan gereja-gereja dan organisasi lainya di kota Depok untuk terjadinya lawatan Tuhan di Kota Depok, yaitu dalam Forum Komunikasi dan Kerja sama Umat Kristiani Depok ( FKKUKD ),  Dan yang terdiri dari tujuh Gereja Aras Nasional di Kota Depok, yaitu :
     ·         PGIS ( Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Setempat )
     ·         PGLII ( Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injil Indonesia )
     ·         PGPI ( Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta di Indonesia )
     ·         Katolik
     ·         Advent
     ·         Baptis
     ·         Bala Keselamatan
GBI Kamboja bersama-sama FKKUKD bertujuan menyatakan kasih Bapa, Tuhan Yesus Kristus, Bagi kesejahteraan Kota Depok dan sekitarnya.(Penulis : Ardiansyah Septian&Tio Arip Wibowo/PNB3B/2017)

Gereja Katedral Bogor, Menarik Mata Pejalan Kaki

Add Comment


Foto By: Leonardo Rizky M

            Gereja katedral yang berlokasi di Jalan Kapten Muslihat No. 22 Bogor sangat indah dan menarik untuk di pandang. Para pejalan kaki yang melewati Jalan Kapten Muslihat berhenti sejenak untuk sekedar memandang ke arah bangunan yang merupakan cagar budaya Kota Bogor. Warna Bangunan yang didominasi cat putih dan warna coklat pada bagian atap dan pintu ini mempunyai sejarah yang panjang. Terlihat pada arsitektur bergaya eropa bengunan ini sudah ada sejak zaman belanda.
            Geraja Katedral Bogor didirikan pada tahun 1896 yang didirikan oleh tokoh perintis umat bogor Pastor MYD. Claessens, gereja ini di bangun di atas tanah yang didiaminya. Berdirinya Gereja Katedral Bogor ini tidak lepas dari peranan Mgr. AC. Claessens yang membeli sebuah rumah dengan pekarangan yang luas. Dari pekarangan yang luas ini pastor MYD. Claessens membangun panti asuhan anak-anak sebelum akhirnya membangun gereja. Panti asuhan dan gereja di bangun dalam kompleks yang sama yang saat ini meliputi kompleks Gereja, Pastoran, Seminari, Sekolah, dan Bruderan Budi Mulia.
            Jika anda menyusuri Jalan Kapten Muslihat dari arah Stasiun Bogor menuju ke arah Kebun Raya, mata anda akan terfokus pada bangunan gereja yang memiliki nama paroki resmi Santa Perawan Maria. Gereja ini kokoh berdiri dengan satu menara yang merupakan bagian tertinggi gereja ini. Gereja ini juga terdapat patung yang melambangkan Santa Perawan Maria dan terdapat sebuah ciri khas bangunan gereja eropa yakni patung ayam yang terletak di puncak menara.

            Gereja Katedral Bogor berdiri sangat strtegis yang terletak di pinggir Jalan Kapten Muslihat dimana pejalan kaki yang melewati jalan tersebut akan melihatnya. Saya sendiri tak menyangka ada gereja yang berdiri sangat kokoh dan indah di Jalan Kapten Muslihat. Saya menyadarinya saat melewati jalan tersebut ketika berjalan kaki dengan teman menuju Laboratorium Agrologie dekat BTM. Niat saya untuk mengambil foto gedung laboratorium tapi ketika melewati gereja ini, akhirnya kami memutuskan untuk mengambil foto gereja ini. Tak jarang pejalan kaki yang melewatinya juga memotret gereja. Gereja ini memang mempunyai daya tarik tersendiri menurut para pejalan kaki yang melewatinya.(Penulis:Penulis: Sabar Puji P/PNB3B/2017)

Nostalgia Kota Tua Jakarta di Cafe Batavia

Add Comment
Photo By : Ayu Ningrum&Jaya Wijaya


Jakarta – Berkunjung ke Kota Tua Jakarta merupakan hiburan tersendiri bagi setiap orang yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kehidupannya selama ini. Dan berlibur ke kota tua menjadi salah satu sarana “Nostalgia” bagi semua insan yang mengunjunginya. Kota tua Jakarta menyajikan suasana serta bangunan-bangunan arsitektur yang masih kental akan masa kolonial Belanda. Menjadi sarana mengenang sejarah kota Jakarta adalah wisata yang bukan hanya menghibur diri sendiri, namun juga memberikan ilmu pengetahuan akan sejarah ibu kota yang kita cintai ini.
Salah satu bangunan arsitektur yang ada di wilayah wisata Kota Tua Jakarta atau yang biasa kita sebut KOTU adalah bangunan Cafe Batavia yang menjadi salah satu objek menarik apabila kita berada di tempat ini. Cafe Batavia ini berada di Jalan Pintu Besar Utara No.14 RT004/RW006 Pinangsia – Tamansari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Salah satu bangunan yang menyajikan keindahan arsitektur dengan keunikan interior yang mengangkat tema masa lalu Jakarta ini membuat siapapun yang menginjakan kakinya akan merasa bernostalgia bersama Jakarta Tempo Doeloe. Suasana yang sangat mendukung karena posisi Cafe Batavia yang berada di lingkungan Kota Tua Jakarta yang berhadapan tepat dengan Museum fatahillah bersama banyaknya bangunan tua ikonik lainnya.
            Cafe ini bertemakan bangunan bergaya kolonial Belanda yang sudah berusia 200 tahun atau di bangun sekitar tahun 1950 pada masa penjajahan Belanda. Yang merupakan bangunan tertua kedua setelah Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah). Interiornya diisi oleh pernak-pernik dari abad 19 dipadukan dengan sedikit sentuhan modern. Di beberapa bagian dinding cafe diisi oleh foto-foto para tokoh dari zaman kolonial Belanda hingga foto proklamator Sukarno, juga berbagai foto seniman, artis, musisi, dan yang menjadi keunikan lain dari Cafe Batavia adalah terdapat banyak figura yang berisikan foto aktor atau aktris tempo doeloe.
            Selain dari sisi sejarah dan keunikan arsitekturnya, Cafe yang terdiri dari dua lantai ini juga menyediakan menu-menu yang menarik dan pastinya sangat menggugah selera seperti menu yang terdiri atas kategori Asian Food dan kategori Western Food. Menu Cafe Batavia pun tersedia dalam hidangan dari daerah Belanda hingga menu tradisional Nusantara. Harga yang ditawarkan pun tidak akan terlalu banyak menguras isi kantong dan sangat sepadan dengan citarasa yang tersaji dalam menu yang di pesan, yaitu berkisar antara Rp. 25.000,00 sampai dengan harga Rp.200.000,00.

            Cafe Batavia buka dari jam 08:00 pagi – 12:00 malam pada hari senin sampai kamis, buka mulai jam 08.00 pagi sampai pukul 01:00 dini hari pada hari Jumat, buka dari jam 07:00 pagi sampai pukul 01:00 dini hari pada hari sabtu dan pukul 07:00 pagi sampai 00:00 tengah malam pada hari minggu.(Penulis :Ayu Ningrum&Jaya Wijaya/PNB3B/2017)

Museum Fatahillah Salah Satu Pilihan Lokasi Rekreasi

Add Comment
Photo By : Syalika Alamanda

Sejarah Museum Fatahillah Jakarta adalah salah satu bangunan gedung peninggalan Era penjajahan Belanda, Selain itu gedung ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang merupakan saksi bisu perjuangan bangsa kita meraih kemerdekaan. Museum yang terletak pada wilayah Jakarta pusat ini, memang memiliki ketertarikan tersendiri. Selain letaknya pada pusat kota, museum ini juga menyimpan sejarah pada masa penjajahan Belanda di tanah air khususnya di Jakarta.

Wisata museum bersejarah, merupakan salah satu pilihan rekreasi, selain syarat akan makna pembelajaran tapi juga memberikan pemikiran bagi kita generasi penerus bangsa agar menghargai perjuangan para pahlawan, lewat sejarah museum fatahillah pada ulasan berikut.
Pada awalnya sejarah museum fatahillah merupakan bangunan kolonial Belanda yang dipergunakan sebagai balai kota.  Peresmian gedung dilakukan pada tanggal 27 April 1626, oleh Gubernur Jenderal Pieter de Carpentier (1623-1627) dan membangun gedung balai kota baru yang kemudian direnovasi pada tanggal 25 Januari 1707, pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Joan van Hoorn dan baru selesai pada tanggal 10 Juli 1710 di masa pemerintahan lain, yaitu pada Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck.

Kemudian sekitar tahun 1919 untuk memperingati berdirinya batavia ke 300 tahun, warga kota Batavia khususnya para orang Belanda mulai tertarik untuk membuat sejarah tentang kota Batavia. Lalu pada tahun 1930, didirikanlah yayasan yang bernama Oud Batavia (Batavia Lama) yang bertujuan untuk mengumpulkan segala hal tentang sejarah kota Batavia.

Tahun 1936, Museum Oud Batavia diresmikan oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1936-1942), dan dibuka untuk umum pada tahun 1939.. Setelah itu pada tahun 1968 gedung ini diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta dan kemudian dijadikan sebagai Museum pada tahun 1974.

Museum Fatahillah
Pada sejarah museum fatahillah berdasarkan pembentukannya hingga bisa kita kunjungi sampai sekarang ini, menyimpan sisa penjajahan di dalamnya. Terbentuk menjadi dua lantai dengan ruang bawah tanah ini, berisikan banyak peninggalan bersejarah yaitu :
·                    Lantai bawah : Berisikan peninggalan VOC seperti patung, keramik-keramik barang kerajinan seperti prasasti, gerabah, dan penemuan batuan yang ditemukan para arkeolog. Terdapat pula peninggalan kerajinan asli Betawi (Batavia) seperti dapur khas Betawi tempo dulu
·                    Lantai dua : Terdapat perabotan peninggalan para bangsa Belanda mulai dari tempat tidur dan lukisan-lukisan, lengkap dengan jendela besar yang menghadap alun-alun. Konon, jendela besar inilah yang digunakan untuk melihat hukuman mati para tahanan yang dilakukan di tengah alun-alun.
·                    Ruang bawah tanah : Yang tidak kalah penting pada bangunan ini adalah, penjara bawah tanah para tahanan yang melawan pemerintahan Belanda. Terdiri dari 5 ruangan sempit dan pengap dengan bandul besi, sebagai belenggu kaki para tahanan.(Penulis : Syalika Alamanda/PNB3A/2017)


The Margo Hotel Tawarkan Ide Kreatif

Add Comment
Photo By : Inggiet Yoes

DEPOK, Jawa Barat kini boleh berbangga hati. Karena salah satu kotanya yakni Depok, memiliki daya tarik baru di bidang pariwisata. Ya, Kota Depok yang awalnya terbilang minim dalam jumlah hotel, kini memiliki “The Margo”, sebuah hotel berbintang empat pertama di kota petir ini.

The Margo Hotel yang berada di Jalan Margonda Raya No. 385 ini sudah memproklamirkan diri melalui Soft Opening Ceremony,  Itu artinya, anda bersama keluarga atau rekan bisnis sudah bisa menikmati sejumlah fasilitas mewah yang ada di sana.

Hotel yang lokasinya sangat strategis ini berdampingan dengan Margocity Mall. Dekat pula dengan sejumlah kawasan bisnis di Jakarta Selatan, Universitas Indonesia (UI) dan sektor-sektor vital lainnya di sektiar ibukota. The Margo menawarkan konsep minimalis modern yang kental dengan unsur alam. Keunikan lainnya adalah nuansa warisan budaya zaman Belanda yang menjadi ikon hotel tersebut.

The Margo memiliki 285 kamar yang terdiri dari 260 Deluxe Room, 22 Suite Room, dan 3 Executive Suite, Ballroom berkapasitas 1.200 orang, 11 ruang pertemuan, fasilitas rekreasi seperti kolam renang, café dan sarana gym yang sudah pasti lengkap. Tak hanya itu, The Margo Hotel juga memiliki “Ladies Room” yang didesain khusus untuk girls night atau genk cewek yang hobi kongkow saat melepas penat. Jika Anda ingin lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, anda juga bisa memanjakan diri di infinity swimming pool di lantai 3 atau sekedar bercengkrama di M Pool dan Bistro sambil menikmati indahnya siluet Gunung Salak.
Selain Margocity Mall, kini Depok memiliki satu lagi monumen yang megah untuk 'menyambut' para wisatawan yang datang.

Selain Margocity Mall, kini Depok memiliki satu lagi monumen megah untuk ‘menyambut’ para wisatawan yang datang.

General Manager The Margo Hotel Bay Sjahfendi mengaku tidak mengadopsi hotel manapun. Namun yang pasti, hotel termegah di Depok ini mencerminkan kultur Indonesia asli, alias tak ingin menjiplak budaya negara lain. “Konsep yang kita tawarkan murni dari ide kreatif kita sendiri, tidak berkiblat ke hotel manapun. Makanan yang ada disini juga khas Indonesia asli,” tandasnya. Sementara Kepala Disporaparsenbud Kota Depok, Mulyanto berharap dengan berdirinya The Margo Hotel bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Depok, menambah lapangan kerja, serta multiplier effect di bidang perekonomian.

Acara soft launching semakin meriah, karena selain dihadiri sejumlah petinggi, komisaris dan sejumlah pejabat setingkat Muspida, juga tampil Rika Ruslan, vokalis The Groove lengkap dengan formasi band yang dibawanya. Apalagi Rika tampil lebih atraktif dari biasanya, Ia rela turun ke audience dan mengajak para undangan bernyanyi. Rangkaian acara berlangsung sukses ditutup doa bersama dan santap siang dengan hidangan khas The Margo Hotel. Anda penasaran dengan hotel fenomenal di Depok ini? Segera reservasi via telepon atau datang langsung ke The Margo Hotel(Penulis : Inggiet Yoes/PNB3A/2017)

Bioskop Metropole, Bioskop Stand Alone Tertua di Jakarta

Add Comment
Photo By : Yuni Yunita&Adilla Ayu

Jika ingin menonton film yang baru dirilis di boskop biasanya ada di dalam pusat perbelanjaan. Tetapi ini berbeda dengan bioskop ini, yaitu Bioskop Metropole XXI. Berdeda dengan bioskop lainnya, tempat Bioskop Metropole ini memiliki gedung tersendiri. Bioskop ini teletak di Jalan Pegangsaan No.21 Jakarta Pusat.

Gedung bioskop ini memiliki arsitektur bergaya Art Deco yang merupakan gaya arsitektur yang tersisa di Jakarta. Bioskop Metropole ini juga merupakan bangunan bioskop tertua dan terbesar di Jakarta. Perancang bangunan ini ialah Liauw Goang Sing. Bioskop Metropool ini dibangun pada tahun 1932 dan baru diresmikan pada tahun 1943 oleh Wakil Presiden pertama yaitu Wakil Presiden Mohammad Hatta. Pada awalnya tempat ini diberi nama Bioscoop. Tetapi sempat diganti dengan nama Bioskop Megaria dikarenakan adanya kebijakan anti-Barat oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960 yang berimbas pada penggantian nama Bioskop tersebut.

Pada awal setelah pendiriannya, biosko Metropole ini memiliki kotrak yang hanya menayangkan film yang diluncurkan oleh perusahaan film luar negeri, yaitu Metro Goldwyn Mayer (MGM). Namun pada tahun 1955 yang merupakan awal dari pelaksanaan Fersifal Film Indonesia (FFI), Bioskop Metropole ikut berpatisipasi dalam menayangkan film-film yang diproduksi oleh anak negeri. Gedung ini juga sempat menjadi temapt pelaksanaan rapat penting yang juga menjadi cikal bakal pendirian  Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI).

Pada saat tahun 1984, bioskop berkonsep cineplek mulai dikenal di Indonesia. Oleh karena itu, konsep yang telah diikuti oleh Bioskop Kartika  ini mulai dirilik oleh pengelola Bioskop Megaria. Akan tetapi, konsep ini tidak sukses hingga mengalami kebangkrutan. Lalu berlangsungnya waktu, teater ini dibeli oleh group bioskop 21 Cineplex pada tahun 1989,  dan gedung biskop itu dibuah namanya menjadi Metropole 21. Dan pada tahun 1993, gedung ini dinyatakan sebagai Bangunan Cagar Budaya Kelas A yang dilindung dan tidak boleh dibongkar oleh Gubernur DKI Jakarta pada masa itu.

Tak hanya dipakai oleh gedung bioskop saja, sepanjang tahun 1990-an gedung ini juga disewa oleh pengusaha menegah keatas. Seperti tempat cukuran, tempat bermain biliar, dan beberapa tempat makan  tingkat menengah seperti rumah makan masakan  khas Tionghoa, rumah makan ayam bakar khas Jawa, dan pempek megaria. Lalu gedung ini juga disewakan untuk pasar swalayan yaitu Hero yang terletak di lantai dasar.

Sekitar tahun 2007, terdengar kabar bahwa gedung ini akan dijual. Tetapi rupanya rencana untuk menjual gedung bioskop tersebut dibatalkan. Sang pengelola gedung bioskop, yauti Group 21 Cineplex memperpanjang sewanya dan melakukan renovasi mulai dari interior maupun eksterior gedung bioskop tersebut. Gedung bioskop kini berubah nama lagi menjadi Metropole XII dengan target kalangan menegah keatas. (Penulis : Yuni Yunita&Adilla Ayu/PNB3C/2017)


D Mall Dapartement Store di Depok

Add Comment
Photo By : Anisah Sholihah

D Mall adalah salah satu dapartement store yang ada di kota Depok. Dapartement store yang ada di Depok ini sangat strategis letaknya. D Mall terletak di Jl. Margonda Raya. Jl. Margonda merupakan salah satu jalan utama yang menghubungkan antara kota Depok dengan kota Jakarta, sehingga tidak sedikit orang yang melewati jalan tersebut.

D Mall salah satu dapartement store yang besar di Depok, tidak sedikit orang yang datang ke dapartement store tersebut. Karena memiliki fasilitas yang baik dan memiliki desain bangunan yang unik. Desain bangunan yang unik ini menjadi ciri khas D Mall sendiri. Memilik bangunan yang luas dan desain bangunan yang unik membuat orang tertarik mengunjunginya, termasuk saya.

Bangunannya yang luas, desain yang unik, dan fasilitas yang memadai membuat orang-orang tertarik untuk mengunjugi D Mall. Desain arsitektur merupakan hal yang paling pinting di setiap bangunan. Mempunyai desain arsitektur yang unik menjadi ciri khas bangunan itu dan memiliki nilai keindahan tersendiri. Membuat orang-orang tertarik mengunjungi bangunan tersebut.

Desain bangunan yang unik memiliki daya tarik tersendiri, membuat orang-orang terinspirasi setelah melihat bangunan tersebut. Setelah melihat desain arsitektur D Mall yang unik, saya terinspirasi untuk membuat sebuah desain rumah yang unik seperti D Mall. D Mall termasuk memiliki desain arsitektur modern dan minimalis.

Kebanyakan orang-orang zaman sekarang terinspirasi membuat rumah modern dan minimalis. Biasanya bangunan modern dan minimalis memiliki luas tanah yang kecil tapi dibuat sedemikian rupa cukup untuk segala hal. Indonesia sekarang sangat sedikit tanah yang besar sehingga tanah yang luasnya kecilpun dijadikan bangunan yang sederhana tapi unik.

Seorang arsitek harus mengikuti zaman dan pengetahuan banyak agar memiliki inspirasi dan menghasilkan sebuah desain arsitektur yang unik, enak dilihat, dan indah. Desain aristektur yang unik, enak dilihat, dan indah menjadi ciri khas tersendiri bagi bangunan tersebut. Seorang arsitek harus memiliki gaya tersendiri untuk menghasilkan sebuah desian yang unik dan menjadi ciri khas arsitek tersebut. Setiap seorang arsitek harus memiliki style tersendiri untuk menjadi ciri khas seorang arsitek tersebut.

Tidak sedikit orang yang ingin belajar ke dunia arsitektur, mendesain sebuah bangunan yang sesuai dengan keinginannya dan dibutuhkan oleh banyak orang. Sekarang peran arsitek sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Biasanya yang memiliki tanah dan ingin membangun sebuah bangunan membutuhkan seorang arsitek. Sekarang banyak sekali perguruan tinggi dan sekolah-sekolah memiliki jurusan arsitek. Sekarang banyak sekali arsitek muda yang memiliki kemampuan merancang sebuah bangunan. Bangunan yang dirancang biasanya bukan bangunan yang biasa saja tapi bangunan yang akan dibuat oleh orang-orang penting. Seperti merancang sebuah bangunan kantor besar. Peran arsitek sangat penting disetiap bangunan yang ada di Indonesia ini.(Penulis : Anisa Sholihah/PNB3A/2017)

Gedoeng Jasindo di Taman Fatahillah

Add Comment
Photo By : Edelin Nuravianty 
Jalan Taman Fatahillah merupakan bagian dari kawasan Kota Tua Jakarta yang masih menyisakan pesona keindahan masa lalunya. Salah satunya adalah Gedung Jasindo. Gedung ini berada di sebelah barat Kantor Pos Jakarta Kota, atau sebelah timur Cafe Batavia.

Menurut sejarahnya, se­kitar tahun 1527 kawasan tersebut me­rupakan kota pelabuhan yang di­rebut Fatahillah dan ber­ganti na­ma menjadi Jayakarta. Lebih lan­jut pada 1620, kota ini di­kuasai VOC Belanda dan di­ubah men­jadi Batavia. Pada abad ke-18, kota ini telah ber­kembang ke sisi Selatan sampai ke kawasan Ta­man Fatahillah dan Glodok seka­rang. Sebagai kota tua, Jakarta telah meninggalkan warisan dari se­jarah masa lalu mengambil ben­tuk bangunan dengan arsitek­tur Eropa dan Cina dari abad ke-17 sampai awal abad ke-20. Kota tua ini telah dipelihara sebagai ka­­wasan restorasi.

Gedung tersebut sekarang dimiliki oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), namun sudah tidak dipergunakan lagi lantaran kondi­sinya memprihatinkan dan rawan roboh. Atap gedung nyaris am­bruk dan lantai gedung banyak yang terkelupas. Selain mengu­rangi keindahan, hal ini juga mem­ba­hayakan wisatawan. Setelah gedung dikosongkan oleh PT Jasindo, gedung tersebut dimanfaatkan untuk hiburan biliar. Sebagian lagi digunakan untuk berjualan pakaian, rokok, dan minuman ringan. Kondisi ini menyebabkan bangunan tersebut semakin tidak terurus dan sangat memprihatinkan karena dibiarkan terbengkelai oleh PT Jasindo tanpa ada pemeliharaan dan perbaikan.          

Me­ng­ingat Ko­ta Tua merupakan sa­lah satu tempat wisata sejarah fa­vorit yang banyak dikunjungi wi­sa­tawan lokal maupun mancanegara. gedung-gedung terse­but merupakan peninggalan Ba­tavia Belanda. Ini dia nilai ber­beda de­ngan Betawi. Yang pen­ting sete­lah dibongkar, lokasi tersebut bi­sa diperuntukkan bagi kegiatan ke­budayaan Betawi, seperti tem­pat pameran dan ke­senian Beta­wi. Dia juga me­wan­ti-wanti agar lokasi itu tidak di­jadikan kawasan bisnis, res­toran, atau tempat hi­buran.

Atap di lantai 3 sisi selatan gedung Jasindo telah runtuh. Hancurnya atap gedung tersebut membuat bagian dalam gedung selalu ter­genang air ketika turun hujan. Dinding sisi barat juga telah rubuh hingga separuh. Terdapat juga sedikit retak di kolom pada sisi barat dinding yang telah roboh. Pada dinding-dinding baik di sisi barat dan timur serta beberapa dinding dan tembok terlihat lapisan dinding yang telah terkelupas. Kondisi jendela yang terdapat pada bangunan terlihat mulai lapuk pada kusen dengan beberapa kaca jendela telah lepas atau pecah. Di bawah jendela terdapat lubang angin dengan dua pola bentuk yaitu persegi dan bujur sangkar yang berornamen. Terdapat bangunan atap darurat di atas tangga.

Dengan kondisi seperti ini, nasib kawasan Kota Tua saat ini mulai terpinggir­kan.(Penulis : Edelin Nuravianty/PNB3C/2017)

3M (Mengenal, Mengetahui, Memahami) BPK RI

Add Comment
Photo By : Ibnu Qoyyim

               Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia atau biasa disingkat BPK RI adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Dalam artikel ini saya akan   membahas tentang bagaimana  instansi ini beroprasi dan sejarah gedung BPK RI ini berdiri. Berdasarkan amanat UUD 1945 dikeluarkan Surat Penetapan Pemerintahan No.11/ OEM tanggal 28  Desember 1946 tentang pembentukan Badan Pemeriksaan Keuangan, pada tanggal 1 Januari 1947 yang berkedudukan sementara di kota Magelang. Pada waktu itu Badan Pemeriksaan Keuangan hanya mempunyai  9 orang pegawai dan sebagai Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan yang peertama kali adalah R. Soerasono
                  Dengan kembalinya bentuk negara menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950, maka Dewan Pengawas Keuangan RIS yang berada di Bogor sejak tanggal 1 Oktober 1950 digabung dengan Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan UUD 1950 dan kedudukan di Bogor menempati bekas kantor Dewan Pengawas Keuangan RIS. Personalia Dewan pengawas keuangan RIS diambil dari unsur Badan Pemeriksaan keuangan di Yogyakarta dan dari Algemene Rekenkamer di Bogor.
                  Pada tanggal 5 Juli 1959 dikeluarkan Dekret Presiden RI yang menyatakan berlakunya kembali UUD tahun  1945. Dengan demikian Badan Pengawas keuangan berdasarkan UUD 1950 kembali menjadi Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan pasal 23 (5) UUD tahun 1945. Meskipun Badan Pemeriksaan Keuangan berubah-ubah menjadi Dewan Pengawas Keuangan RIS berdasarkan konstitusi RIS Dewan Pengawas Keuangan RI (UUDS 1950), kemudian kembali menjadi Badan Pemeriksaan Keuangan berdasarkaan UUD tahun 1945 , namun landasan pelaksanan kegiatannya masih tetap menggunakan ICW dan IAR.
                  Dengan amanat-amanat  Presiden yaitu Deklarasi Ekonomi dan Ambeg Parama Arta, didalam ketetapan MPRS No. 1/Res/MPRS/1963 telah dikemukakan keinginan-keinginan untuk menyempurnakan Badan Pemeriksa Keuangan, sehingga dapat menjadi alat kontrol yang efektif. Untuk mencapai tujuan itu maka pada tanggal 12 Oktober  1963, peemerintah telah mengeluarkan Peraturan pemerintah Pengganti Undang-Undang  No. 7 Tahun 1963 (LN No. 195 Tahun 1963) yang kemudian diganti dengan Undang-Undang (PERPU) No. 6 Tahun 1964 tentang Badan Pemeriksa Keuangan Gaya  Baru.

                  Untuk mengganti PERPU tersebut, dikeluarkan UU No. 17 Tahun 1965 yang antara lain menetapkan bahwa presiden, sebagai Pemimpin Besar Revolusi pemegang kekuasaan pemeriksaan dan penelitian tertinggi atas penyusunan dan pengurusan keuangan negara. Ketua dan Wakil Ketua BPK RI berkedudukan masing-masing sebagai Mentri Kordinator dan Mentri . Saat ini BPK RI tersebar di Indonesia mewakili setiap daerahnya dengan fungsi yang sama tiap daerahnya. Kantor pusat BPK RI saat  ini berada di JL. Gatot Subroto Kav. 31 Jakarta Pusat.(Penulis : Ibnu Qooyim/PNB3A/2017)

Yuk Ketahui Asal-usul Nama Margonda

2 Comments
Photo By : Alvon Arisandi&Abdurrahman Hanif

Menyusuri jalan Margonda yang menjadi penyambut para pengunjung kota Depok dari Jakarta, maka kita akan menemukan banyak sekali gedung-gedung yang terdiri dari pusat perbelanjaan, tempat percetakan, restoran, bahkan hingga kampus ternama terdapat di pinggiran jalan ini seakan mengisyaratkan bahwa jalan Margonda ini adalah sebuah miniatur kota depok itu sendiri. Namun dibalik bermacam-macam gedung dan pusat perbelanjaan yang menjulang tinggi mewah di jalan margonda, terdapat sejarah heroik yang menjadi asal usul nama daerah ini.
            Margonda yang menjadi nama jalan yang membelah kota depok ini sendiri diambil dari nama seorang pejuang kemerdekaan silam yang kini diabadikan menjadi nama jalan tersebut. Margonda yang lahir dan besar di Kota Bogor ini memiliki nama asli Margana. Ketika muda Margonda mempelajari analisis kimia dari Balai Penyelidikan Kimia Bogor yang. Memasuki tahun 1940-an Margonda juga mengikuti pelatihan penerbang cadangan yang diadakan di Luchtvaart Afdeeling atau Departemen Penerbangan Belanda namun tidak berlangsung lama karena pada tahun 1942 Belanda kalah oleh Jepang dan segera menyerahkan daerah kekuasaannya pada Jepang.
            Ketika Jepang berkuasa kemudian terjadi peristiwa pengeboman oleh Amerika di kota Hiroshima dan Nagasaki yang berada di Jepang pada tahun 1945. Keadaan Jepang seakan menciut di daerah jajahannya termasuk Indonesia. Peristiwa itu pun dimanfaatkan oleh Margonda bersama para tokoh pemuda yang berada di wilayah Bogor dan Depok untuk mendirikan Angkatan Muda Republik Indonesia atau disingkat AMRI yang berpusat di Jalan Merdeka, Bogor yang diketuai oleh Margonda. Tidak lama kemudian AMRI bubar karena para anggotanya berpencar untuk bergabung dengan BKR, Pesindo, KRISS, dan kelompok perjuangan sejenis lainnya.
            Margonda sendiri bergabung dengan BKR Bogor dan mengikuti pendidikan militer dalam waktu yang singkat kemudian dia dimasukkan ke Batalion Kota Bogor dengan Pangkat letnan muda. Ketika terjadi pertempuran di Kalibata, Margonda berangkat menuju Depok untuk bergabung dengan pasukan Batalion I Depok yang berjuang disana. Ketika berjuang di Kalibata Margonda bersama rekannya yaitu Sutomo gugur dengan luka tembak di bagian dada. Kemudian Jenazah Margonda dibawa ke Bogor tempat kelahirannya dan dimakamkan didepan stasiun Bogor. Beberapa lama kemudian makamnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Dreded, Bogor.
            Itulah asal-usul nama jalan Margonda, sebuah jalan yang menjadi gerbang kota Depok dipenuhi berbagai gedung tinggi dan pusat perbelanjaan ini ternyata namanya diambil dari seorang pejuang kemerdekaan yang heroik di wilayah pinggiran kota jakarta. Seperti sebuah ungkapan yaitu “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah” itulah yang kita sebagai pemuda Indonesia harus selalu ingat karena tanpa jasa para pahlawan yang berada dibalik perjuangan dahulu. Kita dapat merasakan keamanan dan kenyamanan berkat perjuangan kemerdekaan para pahlawan ( Penulis : Alvon Arisandi&Abdurrahman Hanif/PNB3C/2017)

Forest Coffee & Food Camp: Tempat Nongkrong yang Nyaman

Add Comment

Photo By : Monica Dwi Ardiati&Nurul Ainun

Banyak sekali tempat nongkrong seru yang ada di sekitar Depok, salah satunya Forest Coffee & Food Camp yang belum lama ini dibuka. Berlokasi di pinggir Jalan Muchtar Raya No.69, Sawangan. Lebih tepatnya di tanjakan-turunan Parung Bingung, Depok. Kafe ini memiliki tempat yang cukup luas dan juga unik. Apa sih yang unik dari tempat ini? Sesuai dengan namanya “Forest Coffee & Food Camp”, kafe ini memiliki tempat makan outdoor dan semi indoor-nya dengan konsep industrial dan bersahabat dengan alam yang dapat terlihat dari bangku dan meja dari valet-valet yang disusun, serta adapula bangku dan meja yang terbuat dari kayu untuk menambah kenyamanan.walaupun mengusung tema industrial tetapi kafe ini tetap memberikan sentuhan alam.

Untuk mengusung tema industrial yang memberikan kenyaman, ada beberapa ciri khas dari gaya desain industrial, yaitu;

1.    Dinding atau lantai Unfinished
Dinding atau lantai sebuah bangunan biasanya dibangun dnegan material yang bervariasi dan dilapisi dengan finishing. Misalnya dnegan menggunakan cat dinding atau wallpaper. Bertolak belakang dengan desai pada umumnya, desain industrial justru menonjolkan kesan unfinished namun tetap rapih. materiala sli dari dinding dan lantai yang terbuat dari beton atau semen yang hanya dilapisi dengan pelapis yang tidak berwarna seperti hitam. disarankan untuk mengaplikasikan teknik ini ke dinding saja dan melapis lantai dengan motif atau material kayu. Kalau ingin lebih eksperimental, bisa mengaplikasikan keduanya; dinding dan juga lantai.
2.    Kombinasi Metal dan Kayu
Untuk melengkapu nuansa industrial, kamu bisa menambahkan elemen furniture maupun aksesoris dengan material kayu dan juga metal. Bahan metal dari besi ataupun baja yang telihat raw dan bahan kayu yang natural cocok dipadukan dengan dinding atau lantai dengan teknik unfinished. Contohnya di Forest Coffee & Food Camp ini, dengan menggunakan meja berbahan kayu dan kaki besi. Bentuknya yang kokoh dapat memberi kesan yang maskulin. Selain itu, lampu gantung dengan bahan serupa supaya gaya industrial semakin kenal. Unsur kayu, juga bisa ditambahkan di barang-barang kecil misalnya seperti keranjang untuk menaruh tanaman ataupun bingkai untuk hiasan dinding.
3.    Langit-langit Eskpos
Masih sejalan dengan kesan unfinished dari dinding dan lantai, bisa juga menggunakannya di bagian langit-langit. Misalnya tiang yang terbuat dari besi.
4.    Funitur dan Dekorasi Vintage
Terakhir, setelah menciptakan ruangan yang serba industrial, saatnya melengkapi ruangan tersebut dengan furnitur dan dekorasi. Selain menggunakan material metal dan kayu, kamu bisa menambahkan sentuhan vintage. Misalnya kamu memilih sofa berwarna krem atau beige untuk membuat kesan ruangan lebih seimbang. Selain itu, kamu bisa menambahkan hiasan dinding ala vintage dengan warna krem. Terakhir, kamu juga bisa memasang lampu hias berbentuk marquee yang memberikan eksan retro dan jadul.

Itu dia 4 cara yang bisa dilakukan untuk menambahkan atau menciptakan gaya industrial ke dalam ruangan kamu.(Penulis : Monica Dwi Ardiati&Nurul Ainun/PNB3C/2017)