Berpakaian Cermin dari Pribadi Dan Salah Satu Bentuk Komunikasi



Berpakaian merupakan cermin dari pribadi setiap orang dan juga cermin dari era, pada dasarnya berpakaian adalah bagian dari kebutuhan primer mengingat pakaian adalah pelindung untuk tubuh kita sehingga kita dapat hangat dan terjaga dari kuman, penyakit dan berpakaian adalah salah satu budaya sopan sebab tidak ada manusia yang mau telanjang.

Dalam sebuah buku karangan ElizabethRouseUnderstanding Fashion” (BPS Profesionla Book 1989) menyebutkan bahwa pakaian itu sama fungsinya dengan bulu pada hewan, jika menyimaknya berarti disana sangat jelas funsi pakaian itu di benak kita,  namun dalam buku tersebut juga menyebutkan bahwa dapat juga menarik perhatian, untuk hewan bulu dapat menarik perhatian sibetina, namun dalam kehidupan manusia benar atau tidaknya bahwa sebagian besar wanitalah yang bersolek dan berpakaian  menarik untuk memikat hati para lelaki. Kemudian Elizabeth Wilson dan Lou Taylor, secara psikologi mengatakan bahwa pemilihan pakaian sebenarnya “didiktekan” pada seseorang oleh keinginan dari alam bawah sadarnya terhadap lawan jenis. Karenanya sebagian besar fakta dalam sejarah evolusi masnusia menunjukkan, bahwa pria memilih pasangannya karena ketertarikannya pada wanita. Sementara wanita memilih pasangannya karena kemampuan si pria untuk melindungi keluarganya. Makanya, dalam sjarah busana, pakaian wanita berkembang dari prinsip yang berdaya pikat, sedangkan busana pria pada sisi keamanan dan sifat praktis di lapangan, yang menunjukkan status social mereka. Itulah proses yang berkembang dari sifat zirah di medan perang hingga setelan jas di gedung-gedung perkantoran.

Berpakaianpun salah satu bentuk komunikasi, sangat jelas kita tau saat ini bila mengamati aktivitas dan berbicara profesi sangatlah beragam dan ketika menyimak pendapat diatas maka bias juga berlawanan, contohnya ketika seorang atlet renang menggunakan pakaiannya tentu secara social ini sudah janggal, namun dikarenakan ini bagian dari aktivitas yang mereka jalani sehingga hal ini juga dapat diterima, jelas kita pahami bahwa menggunakan pakaian baju renang tersebut mampu berkomunikasi bahwa hal tersebut adalah profesi renang dan tidak ada kaitannya dengan pelanggaran etika dan norma. Dan contoh yang kedua bila kita melihat seorang wanita mengenakan pakaian polisi atau katakanlah Polwan, dalam benakk kita juga lansung menerima bahwa wanita dapat juga menggunakan celana ala pria, nah dalam persoalan diatas maka kita dapat menyimpulkan bahwa pakaian mampu berkomunikasi, dan juga lebih jelasnya secara tanda, pakaian juga mampu berbicara ketika pakaian adat di gunakan dan secara spontan kita langsung dapat mengidentifikasi dan  menyimpulkan asal daerahnya.

Seiring dengan perkembangan jaman atau budaya urban saat ini,  fesyen/pakaian juga sudah bagian terpenting dan trlibat dalam aktivitas sehari-hari sehingga banyak dari kita yang tiap kali berpakaian mempertanyakan dalam hati pantas atau tidak kita menggunakannya, nah untuk itu kita sudah dapat menjawabnya yaitu kembali kepersoalan Sosial, Aktivitas sehingga kita menempatkan fungsinya dengan tepat. Nah buat sahabat pembaca semoga artikel ini bermanfaat, salam POJOK_NYANTAI


Previous
Next Post »

6 comments

  1. Thanks..all Semoga membuka wawasan kita..salam

    ReplyDelete
  2. Fashion selalu terus update, mungkin saya belum sempat menggunakan fashion tersebut. Tetapi menurut saya pakaian yg baik adalah pakaian yg sopan dan nyaman dipakai.

    Thanks infonya, sangat bermanfaat!!

    ReplyDelete
  3. Wawasan baru Gan.. Thank infonya Gan..

    ReplyDelete